KENDAL, Joglo Jateng – Komunitas Emak-emak Suka Nulis (Mak Sulis) menggelar pelatihan menulis puisi bagi anak-anak usia sekolah dasar di Perpustakaan Daerah Kabupaten Kendal selama masa libur sekolah. Kegiatan yang diikuti 10 peserta dari berbagai SD itu bertujuan menumbuhkan minat literasi sekaligus mengembangkan kreativitas anak melalui karya sastra.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan dengan dasar-dasar penulisan puisi, mulai dari menentukan tema, memilih diksi, hingga menyusun bait yang mampu menggambarkan perasaan dan imajinasi. Anak-anak juga diajak mengamati lingkungan sekitar sebagai sumber inspirasi sebelum menuangkan gagasannya ke dalam puisi.
Suasana belajar berlangsung interaktif. Setelah menulis, setiap peserta diberi kesempatan membacakan puisinya di hadapan teman-teman dan mendapatkan masukan dari para pendamping.
Ketua kegiatan, Wahyu Indah, mengatakan kelas puisi ini dirancang untuk menggali potensi, kreativitas, dan bakat anak-anak di bidang sastra sejak usia dini. Menurutnya, puisi menjadi media yang efektif untuk melatih kemampuan berbahasa, memperkaya kosakata, sekaligus mengasah keberanian anak dalam mengekspresikan pikiran dan perasaan.
“Kami mencoba menumbuhkan imajinasi anak-anak untuk dituangkan dalam karya puisi,” ujarnya, Kamis (9/7/2026).
Ia menjelaskan, kelas puisi diharapkan menjadi alternatif kegiatan positif selama libur sekolah. Selain mengisi waktu luang dengan aktivitas yang bermanfaat, anak-anak juga memperoleh pengalaman baru dalam mengenal dunia sastra secara lebih dekat.
Melalui proses kreatif tersebut, mereka diharapkan semakin percaya diri dalam menyampaikan ide serta mampu menghargai karya sastra sebagai bagian dari kekayaan budaya.
Menurut Wahyu, puisi merupakan salah satu bentuk sastra yang perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda. Karena itu, Mak Sulis yang beranggotakan para ibu dengan minat di bidang literasi berkomitmen mendukung peningkatan budaya baca dan tulis di Kabupaten Kendal melalui berbagai kegiatan edukatif.
“Kelas puisi ini menjadi langkah awal untuk mengenalkan penulisan puisi sejak usia dini. Ke depan kami akan membuka kelas berikutnya dengan melihat perkembangan dan antusiasme peserta,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat sehingga jumlah peserta pada pelaksanaan selanjutnya terus bertambah. Mak Sulis juga berencana menghadirkan kelas literasi lain, seperti menulis cerita pendek, membaca nyaring, dan mendongeng, untuk memperluas minat baca sekaligus mengasah keterampilan menulis anak.
Salah seorang peserta, Aulia Maulida Syahputri, siswi kelas V SD, mengaku antusias mengikuti pelatihan tersebut meski baru pertama kali mencoba menulis puisi.
“Belum pernah menulis puisi, tapi saya senang membaca puisi,” ujarnya. (ags/iza/rds)










