Kudus  

Jelang Peringatan Hari Autisme Rumah Terapi DAFA Kudus Menggelar Fashion Show Khusus ABK

Fashion Show
FASHION SHOW: Para ABK mengikuti acara fashion show yang diadakan Rumah Terapi Darul Fathonah (31/3) bertempat di Cafe Balita Desa Besito, Kecamatan Gebog. (Gelar Fashion Show Khusus ABK)

KUDUS – Rumah Terapi Darul Fathonah (DAFA) Kudus, mengadakan fashion show khusus anak berkebutuhan khusus (ABK) kemarin, di salah satu cafe di Desa Besito, Kecamatan Gebog. Acara tersebut digelar, dalam rangka memperingati Hari Autisme sedunia yang jatuh pada 2 April besok.

Pengelola Rumah Terapi ABK Darul Fathonah, Heni Mustikaningati mengatakan, acara yang diadakan bukan sebuah lomba. Melainkan melatih anak-anak dengan kegiatan fashion show, sehingga dapat menjadi pengalaman bagi ABK.

“Memang tadi diberi contoh ada modelnya di depan jalan, lalu ABK mengikuti. Dengan harapan nantinya mampu mengeluarkan sesuatu yang ada di dalam dirinya, seperti kepercayaan didirinya untuk berani berjalan meskipun malu-malu,” ucapnya.

Acara itu diikuti 17 ABK. Diantaranya dari Yayasan Darul Fakonah sendiri, SLB Kaliwungu, perwakilan dari RA Banat, dan mengundang personil SLB Purwosari. “Pengalaman ini sangat luar biasa bagi mereka para ABK, sekaligus ini fashion show spesial batik Kudus. Serta mengenalkan batik yang sudah mendunia, sehingga kearifan lokal bisa ditingkatkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Owner Muria Batik Kudus Yuli Astuti menerangkan, motif karya batik yang dipakai dalam fashion show itu sendiri bermacam-macam. Yakni ada motif parijoto, menara, air tiga rasa, cengkehan, kapal kandas, ornamen kaligrafi dan lainnya.

“Kemarin-kemarin itu para ABK sudah belajar membatik di kami, tapi itu kan fokusnya masih di personal. Kalau fashion show ini lebih ke interaksi, bagus sekali karena bisa mengasah kepercayaan diri mereka,” ujarnya.

Yuli mengharapkan, adanya kegiatan ini nantinya ABK minimal mengenal budaya Indonesia, terutama batik Kudus sendiri. Pasalnya sudah mencoba belajar membatik, memperagakan langsung hasil batiknya dengan cara fashion show. “Selain itu, bagi para ABK yang mandiri kedepannya bisa menjadi bekal mereka dalam melestarikan budaya membatik, khususnya batik Kudus,” jelasnya. (sam/fat)