BANYUMAS, Joglo Jateng – Menjelang Idhul Adha tahun ini, Pemkab Banyumas menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melaksanakan qurban secara mandiri. Tetapi, diserahkan ke rumah pemotongan hewan (RPH) yang tersedia. Namun nyatanya, RPH di Banyumas pelayanannya terbatas.
Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Banyumas Sulistiono, hanya ada satu RPH yang mampu menampung pemotongan hewan mencapai puluhan. Sementara lainnya kapasitas kecil.
“Jadi di Banyumas ini hanya ada satu RPH yang maksimal mampu melayani pemotongan hewan sebanyak 50 ekor yaitu RPH Tambaksari. Sementara yang lainnya seperti RPH Cilongok, Ajibarang, Wangon, Sokaraja dan Sumpiuh rata-rata hanya melayani 3 ekor perharinya,” uangkapnya saat ditemui di kantornya, Senin (12/7).
Sulistiono mengatakan, untuk RPH saat ini hanya melayani pemotongan kurban sapi. Tidak menerima hewan lain seperti kambing atau lainnya.
“Kami mengkhususkan untuk pemotongan jenis hewan sapi, untuk lainnya kami hanya bisa menerima setelah proses pemotongan sapi selesai. Yang jelas untuk kapasitas saat ini RPH tidak mampu jika harus memotong kurban dari masyarakat yang jumlahnya sebagai gambaran tahun lalu mencapai 5.600 sapi dan kambing sekitar 11.500 ekor,” paparnya.
Pihaknya mengakui kendala kapasitas pemotongan tersebut tidak bisa dihindari. Oleh sebab itu, ia menyarankan masyarakat untuk memotong kurban di lingkungan masing-masing sesuai protokol kesehatan yang ketat. Pihaknya pun berharap agar masyarakat memahami.
“Banyak kendala yang harus kita hadapi saat pelaksaan kurban ini. Yang jelas RPH tidak akan mampu jika harus menampung hewan kurban dari masyarakat. Selain itu, ada pula permintaan warga yang ingin hewan kurbannya bisa disembelih di waktu pagi agar siangnya bisa langsung dibagikan,” tambahnya. (cr9/gih)










