MILAN, Joglo Jateng – Olivier Giroud mencetak dua gol dalam waktu tiga menit untuk membawa AC Milan menang 2-1 atas Inter Milan pada derbi Della Madoninna, akhir pekan lalu. Hasil ini membuat Rossoneri mengakhiri 14 pertandingan tak terkalahkan sang juara bertahan.
Ivan Perisic membawa Inter unggul pada ujung babak pertama dengan menembus pertahanan Milan. Setelah kiper mereka Mike Maignan melakukan dua penyelamatan yang luar biasa bagus.
Namun Giroud, yang mengisi posisi tempat pencetak gol terbanyak Milan Zlatan Ibrahimovic yang cedera, menyamakan kedudukan pada menit ke-75. Penyerang Perancis itu kemudian menyarangkan bola ke sudut bawah gawang Inter tiga menit setelahnya untuk membalikkan keadaan.
“Jalan masih panjang. Kami dalam pacuan, tetapi masih banyak pertandingan tersisa untuk dimainkan dan Inter tetap di puncak,” kata Giroud kepada DAZN.
Ini adalah kekalahan kedua musim ini bagi tim Simone Inzaghi. Tetapi mereka tetap di puncak klasemen dengan 53 poin atau satu poin di atas rival sekota dengan menyimpan satu pertandingan lebih banyak.
Usai laga, pelatih AC Milan Stefano Pioli menjelaskan, selain merupakan tim terbaik di liga, Inter juga adalah juara bertahan serta pemimpin di klasemen sementara. Dengan kemenangan ini, anak asuhnya berhasil menunjukkan kekuatan AC Milan yang sesungguhnya.
Menurutnya, pada pertandingan ini Inter bermain lebih baik di babak pertama. Namun Milan menunjukkan usaha yang hebat tanpa takut melawan siapapun. Keberanian itu membuat mereka berhasil memenangkan pertandingan melawan tim yang superior di beberapa posisi.
“Itu benar Inter bermain lebih baik di babak pertama, tapi Milan saya memiliki usaha yang hebat dan tidak takut kepada siapapun. Kami mengambil pertandingan kepada tim yang superior di beberapa area dan itu bahkan tidak dalam periode terbak kami,” jelas Pioli.
Pelatih asal Italia itu lanjut mengatakan, Inter sempat menyakiti mereka pada pertemuan pertama di pada awal musim ini. Pada pertandingan ini AC Milan giliran melakukan hal tersebut.
“Inter telah menyakiti kami di paruh musim lalu dan lagai hari ini karena kami memberikan mereka peluang dengan kesalahan kami dan operan yang salah. Inter lebih banyak menunggu setelah turun minum, mereka membiarkan kami mengambil inisiatif, kami membutuhkan lebih banyak kaki segar untuk mengguncang dan itu adalah Messias dan Brahim Diaz,” jelas Pioli.
Sedangkan pelatih Inter, Simone Inzaghi mengaku kekalahannya dari AC Milan saat Derby Della Madonnina terasa menyakitkan. Saat ini Inter harus tetap berpikiran jernih, sama seperti yang mereka lakukan ketika dikalahkan Lazio pada paruh musim lalu.
“Kami mendominasi selama sebagian besar pertandingan, tapi kami gagal mencetak gol kedua dan gol penyeimbang mereka sangat mempengaruhi kami. Kalah dalam derby sangat menyakitkan, tapi kami harus tetap berpikir jernih, seperti ketika kalah melawan Lazio. Pertandingan berjalan berat sebelah selama 70 menit,” ujar Inzaghi.
Meski terasa menyakitkan dan kecewa, Inzaghi menjelaskan usai kekalahan ini mereka menganalisis pertandingan sebelumnya. Mereka juga akan menilai permainan yang diperagakan di pertandingan melawan Milan tidak terlalu buruk.
“Kekalahan ini mengajari kami bahwa begitu kami kehilangan bola dan kehilangan fokus, hasil pertandingan ditentukan melalui kemenangan tipis. Kekalahan ini menyakitkan. Kami kecewa, tapi tim yang hebat harus mampu menganalisis laga seperti itu. Jika kita bermain seperti itu sepuluh kali, mungkin kita hanya akan kalah satu kali,” ungkap Inzaghi. (ara/fat)










