KUDUS, Joglo Jateng – Dhandhangan merupakan tradisi masyarakat Kudus peninggalan Sunan Kudus untuk menyambut datangnya Ramadan. Tahun ini, penyelenggaraan tradisi turun temurun tersebut masih belum dapat dipastikan. Meski sudah mendekati Ramadan.
Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, pihaknya masih belum dapat menentukan kepastian pelaksanaan tradisi dhandhangan. Hal itu dikarenakan, situasi yang masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Terlebih level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kudus masih berada di level 3.
“Sementara ini belum ada wacana ke sana (dhandhangan, Red). Karena mengingat situasi yang masih pandemi seperti ini. Tentunya kita harus melakukan antisipasi, agar penyebaran kasus di Kudus tidak terus meluas. Jangan sampai karena tradisi ini malah menjadikan klaster baru,” jelasnya.
Namun demikian, pihaknya tidak menutup kemungkinan tradisi dhandhandan tetap dilaksanakan. Meski tidak semeriah biasanya, kemungkinan pelaksanaan dhandhangan masih terbuka. Tergantung situasi ke depan.
“Jadi kita tetap melihat nanti kondisi ke depan seperti apa, kalau kasus semakin melandai, mungkin bisa dilaksanakan. Semacam mini dhandhangan atau lokalan sekitar situ saja. Jadi tidak berjejer sampai ke Sunan Kudus itu tidak. Hanya sebagai simbolis saja untuk peringatan dan untuk melestarikan budaya ataupun tradisi yang dilakukan setiap tahunnya,” imbuh Hartopo.
Pihaknya berharap, kasus Covid-19 di Kota Kretek dapat segera melandai dan hilang. Dengan demikian, tradisi turun temurun yang telah diwariskan pendahulu di Kudus dapat tetap dilestarikan.
“Karena sudah dua tahun tidak ada, tentunya harapan kami tahun ini ada, meski terbatas. Tapi kembali lagi, kita tetap melihat situasi. Kalau memang tidak memungkinkan, ya lebih baik ditiadakan dulu,” pungkasnya. (abd/fat)










