KUDUS, Joglo Jateng – Aliansi Mahasiswa Bergerak (AMB) Kudus bersama sejumlah organisasi mahasiswa menegaskan komitmennya. Mereka akan terus mengawal hasil dialog yang telah dilakukan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus.
Pengawalan tersebut akan difokuskan pada pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan KDMP yang direncanakan berjalan dalam dua bulan ke depan.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muria Kudus (UMK), Nur Rahmah Tanaya mengatakan, mahasiswa tidak ingin aspirasi yang disampaikan berhenti sebatas forum diskusi.
Menurutnya, mahasiswa akan memantau secara langsung realisasi kebijakan yang dijanjikan pemerintah daerah. Terutama terkait perbaikan tata kelola program MBG yang belakangan menjadi sorotan publik.
“Kami akan terus mengawal kesepakatan yang sudah disampaikan. Dalam dua bulan ke depan kami ingin melihat apakah ada hasil nyata dari evaluasi dan kebijakan yang dijanjikan pemerintah,” ujarnya, belum lama ini.
Selain menyoroti program pemerintah, mahasiswa juga menyampaikan kekecewaan terhadap minimnya dukungan pemerintah daerah. Khususnya terhadap berbagai kegiatan pengabdian yang dilakukan mahasiswa.

Mereka menilai, mahasiswa telah berkontribusi melalui riset, inovasi, pendampingan masyarakat, hingga berbagai aksi sosial. Tujuannya murni untuk membantu pembangunan daerah.
“Mahasiswa tidak hanya datang untuk mengkritik. Kami turun langsung ke masyarakat, melakukan penelitian, pendampingan, dan berbagai kegiatan yang bertujuan membantu pembangunan Kudus,” kata Nur Rahmah.
Kekecewaan lainnya ditujukan pada ketidakhadiran Wakil Bupati Kudus, Belinda Birton dalam dialog terbuka yang berlangsung sejak sore hingga malam hari.
Mahasiswa menilai kehadiran wakil bupati sangat penting. Mengingat posisinya sebagai wakil kepala daerah, wakil rakyat, sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) SPPJK Kabupaten Kudus.
Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa juga mengkritisi pelaksanaan program MBG yang dinilai berjalan terlalu cepat tanpa persiapan matang.
Mereka menyoroti persoalan transparansi pengelolaan program, kualitas pelaksanaan di lapangan, hingga munculnya kasus keracunan yang sempat terjadi di Kudus.
“Kalau sistemnya tidak matang, dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Kasus keracunan yang terjadi menjadi bukti bahwa program ini perlu evaluasi menyeluruh dan langkah mitigasi yang jelas,” tegasnya.
Mahasiswa juga menuntut klarifikasi dari anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Rohim Sutopo. Tuntutan ini terkait unggahan di media sosial yang dinilai merendahkan mahasiswa.
Dalam unggahan tersebut, mahasiswa mengaku disebut hanya pandai berbicara, mengkritik, dan bergantung kepada orang tua.
Mahasiswa menilai pernyataan tersebut tidak mencerminkan kondisi yang sebenarnya. Selama ini berbagai organisasi kemahasiswaan aktif menjalankan aksi sosial dan pemberdayaan masyarakat. Termasuk kegiatan lingkungan seperti pembersihan Kali Gelis.
“Kami menunggu klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka. Mahasiswa telah menunjukkan kerja nyata di lapangan, bukan sekadar omongan,” ujar Nur Rahmah.
Aksi dialog terbuka tersebut diikuti lebih dari 300 mahasiswa. Mereka tergabung dalam AMB Kudus, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kudus, dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Kudus.
Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan dialog yang berlangsung aman dan kondusif. Seluruh aspirasi mahasiswa akan dibahas bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kudus untuk ditindaklanjuti.
“Kami mengapresiasi penyampaian aspirasi yang berjalan tertib dan konstruktif. Semua masukan akan kami evaluasi bersama Forkopimda,” kata Sam’ani.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan segera menyusun surat resmi kepada pemerintah pusat. Surat tersebut memuat berbagai aspirasi mahasiswa sebagai bahan pertimbangan dalam penyempurnaan kebijakan.
“Dalam waktu dekat kami akan menyampaikan aspirasi yang berkembang melalui surat resmi kepada pemerintah pusat agar menjadi perhatian bersama,” pungkasnya. (adm/fat/rds)










