SEMARANG, Joglo Jateng – Siswa-siswi SDN Bugangan 03 laksanakan pelatihan Dokter Kecil bersama dengan petugas medis dari Puskesmas Bugangan Semarang. Hal itu sebagai satu upaya pembentukan karakter anak didik sesuai dengan kurikulum terbaru yakni Kurikulum Merdeka.
Kepala Sekolah SDN Bugangan 03 Yuliana Wagiyanti mengungkapkan harapannya terhadap pelatihan ini dapat membentuk empati anak baik di sekolah maupun di luar sekolah. Ia menuturkan, terdapat 80 Siswa yang mengikuti pelatihan ini yang diambil dari kelas 4 dan kelas 5 di sekolahnya.
“Jadi sesuai kurikulum merdeka itukan semua berpusat pada siswa, jadi harapannya setelah pelatihan ini anak-anak bisa menjadi pelopor kesehatan untuk dirinya baik di rumah maupun di luar sekolah. Jadi kami siapkan untuk pelatihan dokter kecilnya ada 80 siswa,” paparnya, beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Dokter Samsudin Kepala Puskesmas Bugangan mengatakan, pelatihan dilakukan selama dua hari. Mulai dari hari ini (Kamis, 16/06/) sampai Jumat (17/06) bersama Tim Medis Puskesmas Bugangan.
Menurutnya, dalam pelatihan tersebut tidak hanya memaparkan materi terkait kesehatan. Namun nantinya juga akan ada tes pelatihan. Kedepannya, diharapkan materi dapat tersampaikan secara maksimal dan dapat di terapkan peserta Dokter Kecil yang hadir.
“Dari program yang sudah disarankan oleh Dinas Kesehatan bahwa kita harus ada pelatihan Dokter Kecil di tingkat sekolah dasar. Untuk adik-adik sebelum ada pelatihan ada pretest dulu, kemudian pelatihan dan dilanjutkan post test. Jadi memang betul-betul disiapkan agar adik-adik ini ilmunya bermanfaat,” bebernya.
Pihaknya menyebutkan, materinya yang disampaikan beragam. Di antaranya seperti UKS, Kesehatan Gigi, Penyakit Bersumber Binatang, Gizi dan Imunisasi, Kesehatan Reproduksi, Jenis Penyakit Menular, Kesehatan Mata, Kesehatan Indra Tubuh Kemudian P3K.
Dirinya mengaku penyampaian materi di sampaikan secara menarik dengan memberikan gambar dan animasi, agar tidak terlalu monoton bagi anak-anak. “Masing-masing di pegang petugas berdasarkan program masing-masing, , jadi anak-anak lebih tertarik dengan ada gambar dan animasi juga dalam materi,” jelasnya.(cr3/ziz)










