SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang kembali menggelar Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) ke-2, Rabu (29/6). Perlombaan diikuti seluruh Sekolah Dasar (SD) Negeri dari 16 Kecamatan yang ada di Kota Semarang, yang bertempat di SDN Pekunden Semarang.
Kasi Pendidikan Karakter Disdik Kota Semarang Sapto Budi Utama mengungkapkan, ajang ini merupakan sarana dalam rangka meningkatkan dan mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berkualitas dalam bidang akademis maupun non-akademis. Menurutnya, MAPSI merupakan mencakup berbagai macam mata lomba, dan pada kesempatan kali ini Pemerintah Kota Semarang menggelar empat cabang perlombaan. Yakni Rebana, Pengetahuan PAI, Tilawah dan Hifdzil Qur’an serta Macapat Islami.
“Dinas Pendidikan Kota Semarang di jenjang pendidikan SD itu punya namanya kegiatan pembentukan karakter, ya intinya untuk bisa meningkatkan kompetensi pada siswa yang didalam mencapai tiga ranah, yakni ranah pengetahuan, ranah perilaku dan ranah gerak,” ungkapnya.
Budi menambahkan, selain untuk menumbuhkan karakter siswa, ajang ini merupakan tahapan seleksi bagi Pemerintah Kota Semarang untuk menyaring anak-anak berbakat. Hal itu dikarenakan pada ajang perlombaan MAPSI terdapat perlombaan tingkat provinsi yang nantinya peserta diambil dari para pemenang MAPSI tingkat Kota Semarang tersebut.
“Khusus MAPSI ini setelah juara kota akan maju ke tingkat provinsi. Maka setiap tahun kita siapkan sebaik-baiknya, disinilah ajang untuk seleksi siapa yang akan menjadi wakil Kota Semarang tingkat Jawa Tengah. Karena Semarang sebelum pandemi selalu menjadi juara umum dalam ajang ini,” jelasnya.
Wahyudi, Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) mengapresiasi adanya ajang perlombaan seperti ini. Karena dengan adanya ajang perlombaan ini guru bisa menemukan bakat yang dimiliki siswanya. Siswa juga memiliki wadah untuk menyalurkan kemampuan dan bakat yang dimiliki.
“Bisa meningkatkan bakat dan minat anak sesuai prestasi bidangnya masing-masing, baik akademik mau non akademik. Jadi SDM yang berguna bagu nusa dan bangsa,” ucapnya.
Sementara itu, Dwi Apri Kristianti, Kepala Sekolah SDN Peleburan 01 yang mengantar siswanya mengikuti perlombaan mengaku cukup khawatir dalam mengikuti ajang perlombaan kali ini karena persiapan yang dirasa cukup mendadak. Meski demikian, dirinya tetap optimistis mendukung anak didiknya yang mengikuti perlombaan.
“Ya persiapannya memang kurang maksimal ini karena waktunya mepet, tapi kita tetap terus optimis dan meyakinkan anak kita biar percaya diri,” akunya. (luk/gih)










