KUDUS, Joglo Jateng- Perpustakaan sekolah bisa menjadi tempat yang nyaman dan menyenangkan bagi para pelajar. Untuk itu, Sekolah menengah Pertama di Kudus berusaha memaksimalkan pengembangan perpustakaan mereka. Seperti yang dilakukan Sekolah Menengah Pertama (SMP) 3 Bae.
Kepala SMP 3 Bae, Noor Hidayah berharap, perpustakaan di sekolahnya dapat menjadi sumber belajar bagi para pelajar. Sehingga dapat menambah ilmu serta wawasan para siswa. Para pelajar juga dapat merasa nyaman, dan senang. Karena belajar tidak hanya di kelas saja, namun dapat dilakukan dimana saja, termasuk perpustakaan.
Kepala Perpustakaan Smart SMP 3 Bae, Yustina Dian Istanti menjelaskan, Perpustakaan Smart telah berdiri semenjak berdirinya sekolah tersebut. Yakni pada tahun 1983. Namun, pembenahan baru dimulai sejak satu tahun belakang. Untuk saat ini, pihak pengelola perpustakaan tengah merencanakan agar Perpustakaan Smart bisa dilakukan akreditasi tahun depan.
“Untuk akreditasi, dari Perpustakaan Daerah (Perpusda) menawarkan kepada sekolah. Apakah siap untuk diakreditasi atau tidak. Untuk saat ini pihak kami belum siap. Nanti kalau Perpusda menawarkan kembali di Bulan September, maka kami siap,” ujarnya.
Persiapan akreditasi perpustakaan sudah dijalankan sesuai dengan petunjuk atau instrument akreditasi. Ada enam aspek yang harus dipenuhi dalam akreditasi perpustakaan. Yakni meliputi koleksi, sarana prasarana, pelayanan perpustakaan, tenaga perpus, penyelenggaraan dan pengelolaan, penguat.
“Dari keenam aspek tersebut, SMP 3 Bae tengah berusaha untuk memenuhinya. Perluasan perpustakaan, pengadaan rak, pengadaan ruang multimedia, penambahan koleksi, penambahan referensi, dan lain sebagainya terus diupayakan,” terangnya.
Untuk saat ini, perpustakaan smart telah memiliki taman baca, pojok baca di tiap kelas, dan ruang multimedia. Dan telah memiliki berbagai layanan, diantaranya layanan sirkulasi, layanan referensi, layanan baca ditempat, serta layanan anak. Layanan anak meliputi bimbingan pemustaka, bimbingan Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK).
“Rencananya akan ada duta perpustakaan, dan pelatihan singkat berupa keterampilan fisik. Selain itu, akan dilakukan pengadaan pojok permainan tradisional juga,” ungkapnya.
Antusias para pelajar sendiri masih dalam masa pembangkitan semangat lagi. Karena setelah pandemi, semangat belajar terbilang masih setengah-setengah.
Dari pihak perpustakaan melakukan pembiasaan terkait literasi kepada para peserta didik. Selain membuat pojok baca di tiap kelas, pihaknya juga membuat program wajib kunjung dan pinjam buku perpus.
“Jadi para pelajar terjadwal untuk melakukan wajib kunjungan dan pinjam buku. Untuk yang sedang tidak dalam masa jadwal wajib, juga tentu diperbolehkan untuk berkunjung dan pinjam buku,” terangnya.
Di Perpustakaan Smart, saat ini telah tersedia buku sebanyak 5.894 eksemplar, dengan 3.515 judul buku. Untuk jumlah buku fiksi sebanyak 1.723 judul, dan buku non-fiksi berjumlah 1.404 judul. Sedang jumlah judul koleksi referensi sebanyak 388 judul. Dan di perpustakaan terdapat sebanyak enam komputer.
“Enam computer tersebut digunakan untuk mengakses e-book. Saat ini, sekolah tengah membangun web, nantinya e-book akan bisa diakses melalui web sekolah. Jadi para pelajar dapat membaca e-book dimanapun dan kapanpun,” paparnya. (cr1/fat)










