SEMARANG, Joglo Jateng – Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu gencar menekan angka stunting khususnya di Semarang. Salah satunya dengan melakukan demo memasak sehat.
Setelah sebelumnya mengadakan edukasi ke Gajahmungkur dan Semarang Timur, kini Wakil Walikota yang kerap disapa Ita itu mengadakan kegiatan edukasi di Kantor Kecamatan Semarang Utara.
Ditemui usai melakukan demo masak, Ita menyampaikan, dirinya dibantu dengan beberapa masyarakat yang hadir. Ia membuat sop bola udang dan kudapan bola ubi jalar untuk ibu hamil dan anak-anak stunting.
“Kita memilih dua menu ini sengaja menyesuaikan wilayahnya, karena Semarang Utara inikan pesisir, jadi kita memilih udang. Sementara untuk ubi jalar juga mudah untuk didapatkan,” katanya, Selasa (2/8).
Ita menyebutkan, untuk menunjang makanan yang bergizi, pihaknya mempunyai rencana dengan TNI-Polri, akan melakukan bersama dengan Pemkot untuk gerakan menanam. Hal ini untuk menunjang makanan bergizi bagi anak dan ibu hamil sebagai pencegahan stunting.
“Kita juga akan melakukan gerakan menanam untuk menunjang makanan bergizi, nanti salah satunya yang akan dicoba adalah menanan ubi jalar. Sehingga dengan demikian, apa yang menjadi masakan-masakan yang saat ini mudah didapat, gizinya tercukupi, murah harganya dan bisa dimakan oleh keluarga,” jelasnya.
Sementara itu, Ita menyebutkan untuk kasus stunting yang ada di Semarang Utara saat ini tercatat ada 189 kasus, dan 75 berasal dari Kelurahan Bandarharjo dan Kelurahan Tanjung Mas sebanyak 87. Sehingga pihaknya pun berharap, dengan gerakan bersama seperti ini, ibu-ibu bisa mengambil edukasi yang diberikan bahwa memasak sehat itu mudah.
“Di Semarang Utara sendiri ada dua kelurahan yang mempunyai kasus stunting paling tinggi yaitu Kelurahan Bandarharjo dan Tanjung Mas, sehingga fokusnya sekarang bagaimana menurunkan angka di dua keluraha tersebut. Tapi di Semarang Utara ini ada dua yang zero stunting, yaitu Kelurahan Plombokan dan Kelurahan Panggung Lor,” jelasnya.
Disisi lain, salah satu ibu yang anaknya menderita stunting, Minarsih (39) waega Kelurahan Bandarharjo, mengaku senang, karena ia bisa mendapatkan ilmu tambahan tentang gizi makanan, sehingga nanti bisa diterapkan di rumah.
“Tentunya senang karena dapat ilmu baru, untuk memasak makanan yang bergizi tapi tetap mudah, agar anak saya cepat sembuh. Saat ini anak saya berumur 4,5 tahun tapi berat badannya masih 10 kilo,” katanya. (luk/gih)










