Kirab Bertema Piala Dunia Sambut Hari Pertama MPLS SDN Tugurejo 01 Semarang

ANTUSIAS: Suasana hari pertama MPLS di SD Negeri Tugurejo 01 Kota Semarang, Senin (13/7/2026). (DOK. SDN TUGUREJO 01 SEMARANG/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Sebelum bel masuk berbunyi, suasana SD Negeri Tugurejo 01 Kota Semarang pada Senin (13/7/2026) sudah dipenuhi keceriaan. Lapangan sekolah disulap bak arena pembukaan turnamen sepak bola dunia.

Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 itu mengusung tema Piala Dunia 2026, menghadirkan pengalaman berbeda bagi ratusan siswa baru.

Tepat pukul 07.00 WIB, kirab siswa kelas 1 menjadi pembuka rangkaian kegiatan. Barisan peserta didik baru berjalan menuju lapangan upacara diiringi guru-guru yang berperan sebagai cucuk lampah sambil memainkan bola.

Nuansa sepak bola semakin terasa karena para guru mengenakan pakaian olahraga, hiasan kepala bertema bola, hingga kostum tim nasional peserta Piala Dunia.

Sorak sorai orang tua dan siswa lain turut menyambut kedatangan peserta didik baru. Bendera Merah Putih dan bendera sekolah turut mengiringi kirab, menciptakan suasana hangat.

Hal ini sekaligus membangun rasa percaya diri anak-anak yang baru pertama kali menginjakkan kaki sebagai siswa sekolah dasar.

Kepala SDN Tugurejo 01 Kota Semarang, Nur Rakhmat mengatakan, hari pertama MPLS diikuti sebanyak 315 siswa. Setelah upacara pembukaan dan kirab penyambutan, siswa bersama wali murid disuguhi pertandingan sepak bola mini.

Pertandingan persahabatan tersebut mempertemukan para guru dengan perwakilan siswa.

“Kami sengaja menghadirkan nuansa Piala Dunia agar anak-anak merasa senang saat memasuki lingkungan sekolah. Kami ingin kesan pertama mereka di sekolah dipenuhi kegembiraan, bukan rasa takut atau canggung,” ujar Nur Rakhmat dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, tema tersebut juga menjadi simbol bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk meraih prestasi di berbagai bidang. Sekolah ingin menanamkan pemahaman bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga melalui olahraga, seni, maupun bakat lain yang dimiliki peserta didik.

“Harapannya siswa bisa terinspirasi dan memahami bahwa potensi mereka tidak hanya akademik, tetapi juga nonakademik seperti olahraga, kesenian, dan bidang lainnya,” katanya.

“Semua anak memiliki kesempatan untuk menjadi juara sesuai kelebihannya masing-masing,” sambung Nur Rakhmat.

Usai pertandingan sepak bola mini, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan MPLS secara simbolis. Hal itu ditandai melalui pemotongan pita, penyerahan siswa dari orang tua kepada pihak sekolah, dan pemasangan bandana kepada peserta didik baru.

Kemudian, rangkaian acara ditutup dengan perkenalan guru dan tenaga kependidikan.

Melalui konsep yang ramah, kreatif, dan penuh semangat sportivitas, SDN Tugurejo 01 berharap pengalaman hari pertama sekolah menjadi kenangan indah yang membekas bagi setiap siswa baru. (hfh/gih/rds)