JEPARA, Joglo Jateng – Di sebuah toko sederhana di Jalan Dr. Sutomo, Kelurahan Kauman, Kabupaten Jepara, deretan pakaian anak dengan warna-warna lembut tertata rapi. Tak banyak yang tahu, di balik brand lokal Kenes Lalita, tersimpan perjalanan panjang seorang ibu muda yang memilih bangkit setelah kehilangan pekerjaan.
Ia adalah Effy Retno Indarwati (37), perempuan asal Desa Srobyong, Kecamatan Mlonggo, yang kini menekuni usaha pakaian anak.
Jalan yang ditempuhnya tidak selalu mulus. Saat mulai memperkenalkan produknya, ia harus menghadapi anggapan bahwa brand lokal belum tentu memiliki kualitas yang baik.
Alih-alih menyerah, pandangan tersebut justru memotivasinya untuk terus membuktikan bahwa produk buatan Jepara mampu bersaing. Yakni dari sisi kualitas maupun desain.
Perjalanan itu bermula jauh sebelum Kenes Lalita, anaknya, lahir. Selama 13 tahun, Effy bekerja di salah satu perusahaan swasta di Jepara.
Di sela-sela pekerjaannya, ia menyempatkan diri mengikuti les privat menjahit selama setahun. Hal itu dilakukan karena ia memiliki ketertarikan besar pada dunia fashion.
Ketertarikan itu kemudian membawanya membuka usaha pakaian wanita pada 2014. Namun, usaha tersebut harus berhenti pada 2020 setelah ia melahirkan putri pertamanya, Kenes Lalita.
Pada 2023, kontrak kerjanya tidak diperpanjang. Kondisi itu justru menjadi momentum bagi Effy untuk kembali menekuni keterampilan yang selama ini dimilikinya.
“Saat putriku berusia dua tahun, ada perasaan kosong, seperti ada skill yang aku pendam, pengen dikeluarin. Akhirnya 2023, setelah tidak bekerja aku merintis Kenes, karena fashion is my passion,” terangnya, Senin (13/7/2026).
Nama Kenes Lalita diambil dari nama putrinya, Kenes Lalita Benedieta. Kata ‘Kenes’ berasal dari bahasa Sanskerta yang bermakna gadis kecil yang cantik, pintar, dan menggemaskan.
Filosofi itulah yang menjadi pijakan dalam setiap rancangan pakaian yang diproduksinya.
Kini, Kenes Lalita memproduksi beragam pakaian anak, mulai dari busana kasual, seragam sekolah, hingga koleksi khusus Lebaran. Pakaian tersebut diperuntukkan bagi anak usia 0 hingga 12 tahun, dengan harga berkisar Rp 50 ribu hingga Rp 200 ribu per potong.










