Kota Lama Semarang Masih Jadi Primadona Wisata Libur Sekolah di Jateng

SUASANA: Sejumlah wisatawan saat berlibur di Kota Lama Semarang, belum lama ini. (HAFIFAH NUR CHASANAH/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Jawa Tengah mencatat Kawasan Kota Lama Semarang masih menjadi destinasi wisata yang paling banyak dikunjungi wisatawan nusantara selama masa libur sekolah 2026.

Jumlah kunjungan sementara bahkan melampaui sejumlah destinasi unggulan lain, termasuk Candi Prambanan.

Kepala Disbudparekraf Jawa Tengah, Hanung Triyono mengatakan, pendataan kunjungan wisata di 35 kabupaten/kota masih berlangsung sehingga angka tersebut belum final.

Namun, tren sementara menunjukkan peningkatan kunjungan wisata yang cukup signifikan dibanding hari-hari biasa.

“Ini belum selesai (libur sekolah). Tetapi sudah ada sedikit yang bisa kita lihat, kunjungannya cukup naik dan naiknya cukup signifikan juga,” ujar Hanung saat dikonfirmasi, Minggu (12/7/2026).

Berdasarkan data sementara, Kota Lama Semarang mencatat 275.941 kunjungan wisatawan nusantara.

Posisi kedua ditempati Candi Prambanan di Kabupaten Klaten dengan 251.475 kunjungan, disusul Makam Aulia Syekh Maulana Maghribi di Kabupaten Batang sebanyak 175.722 kunjungan.

Di urutan berikutnya terdapat Kawasan Dataran Tinggi Dieng di Kabupaten Banjarnegara dengan 116.828 kunjungan.

Sementara lima besar destinasi wisata terpopuler selama libur sekolah ditutup Kawasan Rowo Jombor di Kabupaten Klaten yang mencatat 77.400 wisatawan nusantara.

Hanung menyebut tingginya animo masyarakat juga terlihat dari rata-rata jumlah pengunjung Kota Lama yang mencapai sekitar 21.700 orang setiap hari selama masa liburan.

Angka tersebut meningkat sekitar 40 hingga 50 persen dibanding hari biasa.

“Di Kota Lama rata-rata 21.700 pengunjung per hari, meningkat sekitar 40 sampai 50 persen. Wisatawan nusantara sudah hampir 236 ribu, sedangkan wisatawan mancanegara sekitar 2.400 orang,” katanya.

Menurut Hanung, tingginya kunjungan tersebut menunjukkan Kota Lama masih menjadi magnet wisata sejarah di Jawa Tengah sekaligus mendorong aktivitas ekonomi pelaku UMKM di kawasan tersebut.

Disbudparekraf masih menunggu seluruh laporan dari kabupaten/kota sebelum merilis data final kunjungan wisatawan pada pertengahan Juli 2026. (hfh/gih/rds)