SEMARANG, Joglo Jateng – Makanan bergizi terbukti mampu menyembuhkan anak-anak yang terindikasi stunting. Tak harus bersumber dari makanan yang mahal dan mewah, cukup memanfaatkan kearifan lokal.
Hal itu disampaikan oleh Wakil Walikota, Hevearita Gunaryanti Rahayu pada saat ditemui setelah melakukan programnya demo masak makanan bergizi untuk turunkan stunting di Kecamatan Genuk. Pada kesempatan itu, Ita sapaan akrabnya, memasak menu sup bola udang di Aula Kecaman Genuk.
“Jadi di menu ini kearifan lokal kita gali dan tonjolkan untuk diedukasi kan. Karena area pesisir udang dan ikan mudah didapat, kemudian Kecamatan Genuk ini kan juga ada kampung tematik jejamuran, sehingga bahannya itu mudah dicari dan murah tapi gizinya terpenuhi,” ungkapnya, Kamis (18/8).
Ita mengungkapkan, program demo masak yang telah ia lakukan di beberapa kecamatan di wilayah Kota Semarang ini tidak hanya memberikan edukasi terkait stunting bagi anak-anak dan ibu hamil. Namun juga memberikan inspirasi agar masyarakat bisa lebih berinovasi dan kreatif, khususnya dalam memasak dan menyediakan bahan makanan.
“Karena stuntingkan dimulai dari 1000 hari kehidupan pertama, yang mana mulai dari ketemunya sel sperma dan sel telur sehingga sejak saat itu harus dipantau sampai usia 2 tahun. Kalau tidak dari hulunya kita perbaiki dan edukasi tidak akan ada penambahan pertumbuhan stunting di Kecamatan Genuk,” jelasnya.
Sementara itu, berdasarkan data dari kedua Puskesmas Genuk yakni Puskesmas Genuk Sari dan Puskesmas Bangetayu kasus stunting di Genuk telah mengalami penurunan. Yang awalnya terdapat 59 kasus menjadi 34 kasus.
Ketua Penggerak PKK Genuk, Dwiyanti Mayasari mengaku pihaknya telah melakukan pendampingan dan edukasi sejak dini kepada masyarakatnya. Pasalnya ia menargetkan angka stunting di wilayahnya tersebut turun sebelum Kecamatan Genuk menggelar launching program Si Bening.
“Kita sudah upayakan intervensi lakukan pendampingan dan selama dua bulan itu kita pantau untuk makanan, dan dari puskesmas juga ikut memantau. Kita sedang persiapkan launching Si Bening. Jadi harapanya ketika launching anak-anak stunting yang 34 tadi sudah turun syukur-syukur zero. Karena kita sudah berusaha secara maksimal dan rutin,” tuturnya. (luk/gih)










