BATANG, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten Batang meluncurkan gerakan hibah, satu orang satu buku. Hal itu sebagai upaya memajukan dunia pendidikan dan mencerdaskan kehidupan bangsa dengan peningkatan literasi di daerah, melalui penguatan minat membaca terhadap masyarakat.
Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki mengatakan budaya literasi dapat dimulai dengan membaca, berpikir, menulis, dan berkreasi, untuk meningkatkan kualitas kompetensi serta kesejahteraan hidup seseorang. Sehingga berimplikasi terhadap peningkatan indeks pembangunan manusia di daerah.
“Budaya literasi dapat dimulai dengan berbagai langkah, di antaranya dengan mengunjungi perpustakaan. Oleh karena itu, dalam acara peluncuran gerakan hibah buku ini, harapannya dapat menumbuhkan dan meningkatkan budaya literasi di daerah. Agar semakin maju peradabannya dan mandiri,” terangnya di Batang, Kamis (1/9).
Ia mengatakan, saat ini perpustakaan daerah terus berbenah dan menambah koleksi buku. Agar perpustakaan lebih menarik, lengkap, dan nyaman dikunjungi masyarakat.
“Oleh karena itu, kami berharap masyarakat bersama-sama menumbuhkan budaya literasi dalam berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga daerah ini semakin maju dan mandiri,” ujarnya.
Lani mengatakan, saat ini masyarakat cenderung lebih suka membaca melalui media sosial, daripada membaca buku. Hal itu karena ada anggapan, bahwa dunia dalam genggaman, dan apa pun bisa dicari melalui gadget.
Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Batang Rakhmat Nurul Fadhilah mengatakan, gerakan hibah satu orang satu buku dilangsungkan bersamaan acara pembukaan Pekan Raya Batang 2022.
Lanjutnya, hal itu sebagai wujud pembudayaan gemar membaca, melalui gerakan literasi secara berkelanjutan, khususnya di Kabupaten Batang.
“Pembukaan Pekan Raya Batang 2022 akan semakin bermakna dengan diluncurkan program hibah satu orang, satu buku, dan pengukuhan bunda literasi. Kami berharap hal ini dapat menjadi motivasi dalam memelihara semangat di daerah,” imbuhnya. (ara/all)










