SEMARANG, Joglo Jateng – Eks Taman Rekreasi Wonderia yang berada di Jalan Sriwijaya Nomor 29, Tegalsari, Kecamatan Candisari, direncanakan menjadi hutan kota. Bahkan, sudah dilirik oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR).
Hal itu diungkapkan oleh Plt Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, belum lama ini. Ia mengatakan, beberapa waktu yang lalu, pihaknya merencanakan akan dikerjasamakan kepada pihak ketiga. Namun demikian, ia mengaku belum ada progres kelanjutannya.
“Kita tunggu sampai tahun ini. Karena sebenarnya pada beberapa waktu lalu, bapak Menteri PUPR sudah dilirik untuk membantu menjadi hutan kota, ” jelas Ita, sapaan akrab Plt Wali Kota Semarang.
Ita menyebut, apakah kerja sama dengan pihak ketiga pembahasannya akan dilanjut atau tidak, ia memastikan rencananya eks Wonderia tetap akan dijadikan hutan kota. “Nanti tinggal akhir ini, apakah dilanjutkan dengan pihak ketiga pembahasannya atau tidak. Sehingga kita bisa di–switch (pindah) menjadi hutan kota dengan bantuan PUPR, ” ucapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Ali mengaku, pihaknya belum tahu soal progres rencana pemanfaatan eks Wonderia. Pastinya, ia mengatakan, Pemkot antara CSR (Corporate Social Responsibility) bertemu dan membahas pengembangan eks-Wonderia.
“Kalau itu belum tahu persis (progres). Tapi yang jelas ada CSR lain yang mau membenahi Wonderia tapi kapan enggak tahu,” katanya saat dikonfirmasi.
Saat ditanya soal Kementerian PUPR sudah melirik eks Wonderia, Ali mengaku tidak tahu terkait hal tersebut. Namun demikian, ia menambahkan bahwa Pemkot Semarang masih mencari pihak yang mau bekerja sama untuk pengembangan aset tersebut. Meski demikian, eks-Wonderia bakal jadi pendukung Simpanglima kedua yang tahun ini mulai dibangun.
“Kementerian belum tahu, tapi pihak swasta justru sudah bertemu sekali. Sampai sekarang belum ada yang berminat lagi untuk pengembangan eks-Wonderia,” tutupnya.
Sebagai informasi, berdasarkan informasi yang dihimpun, Wonderia mulai beroperasi pada tahun 2004 dan dikelola oleh pihak swasta yakni PT Semarang Asrana Rekreasi Trusta (SMART). Namun kejayaan taman rekreasi redup, setelah adanya insiden kecelakaan wahana permainan plane tower atau balon udara pada Kamis (15/11/2007) silam.
Saat itu, sekitar 16 orang terluka bahkan sempat diopname di rumah sakit. Insiden serupa tidak hanya sekali terjadi, namun pada Februari 2006 pun pernah terjadi yang mengakibatkan 11 orang terluka akibat kecelakaan wahana di Wonderia. Catatan kecelakaan sejak tahun 2006 hingga 2007, membuat pengelola terpaksa menutup sementara Wonderia. Namun saat dibuka kembali tahun 2008 hingga 2017, suasananya tak seramai di awal pembukaan. (luk/gih)










