BANTUL, Joglo Jogja – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengatakan bahwa sampah di laut banyak yang berasal dari sungai. Hal ini dikarenakan saat pergantian musim ke penghujan, sampah banyak yang masuk ke laut dan balik ke pantai.
Kepala Dispar Kwintarto Heru Prabowo mengatakan, di kawasan pariwisata, masyarakat sudah memiliki kesadaran dalam pemilahan sampah. Meskipun tingkat kesadaran pengolahan sampah perlu di upgrade.
“Untuk masalah sampah ini tidak hanya ditangani oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH), namun kita yang menghasilkan sampah juga harus bertanggung jawab. Walaupun cara penanganannya tidak sama dengan DLH,” ungkapnya, beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan, sampah yang dihasilkan oleh wisatawan dan pedagang di pantai selatan berkisar 4-9 ton setiap bulannya. Ini cukup kecil dibandingkan saat pergantian ke musim hujan.
“Saat pergantian ke musim penghujan, sampah bisa mencapai 60-100 ton. Bahkan ini hanya memerlukan waktu satu pekan. Dikarenakan sampah dari sungai masuk ke laut dan kembali ke pantai,” ujarnya
Selain itu, sampah dari masyarakat dan ranting pohon yang jatuh juga disebut terbawa arus sungai. Sehingga saat musim penghujan, sampah sungai mengalir terbawa ke laut dan kembali terbawa ombak di pinggir pantai.
“Saat musim penghujan, kita bekerja sama dengan tim pembersih sampah di pantai selatan untuk melakukan pembersihan 4 sampai 10 hari kerja. Untuk membersihkan kawasan pantai yang penuh dengan sampah saat musim penghujan,”tuturnya.
Kwintarto menyebutkan bahwa sampah yang masuk ke laut dan balik ke pantai ini beraneka macam. Seperti sampah plastik, bantal, pampers, ranting dan dahan pohon. Sehingga sampah yang masuk ini tidak hanya dari alam, namun juga dari masyarakat sekitar. (cr4/abd)










