SLEMAN, Joglo Jogja – Dalam rangka mendukung peringatan hari Jadi ke-107 Kabupaten Sleman, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mengelar berbagai rangkaian kegiatan. Rentetan kegiatan itu bisa disaksikan dan dinikmati oleh masyarakat Sleman dan sekitarnya.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman Ishadi Zayid mengatakan, rangkaian event dimulai dengan Gala Dinner dalam rangka Grand Final Dimas Diajeng Sleman periode Tahun 2023-2025 di hotel Grand Diamond, Kalasan. Acara itu mengundang perwakilan duta dari dalam dan luar Daerah Istimewa Yogyakarta. Seperti Kota Solo, Kota Semarang, Kabupaten Salatiga, Jepara, Garut dan Mojokerto.
“Sementara Grand Final Dimas Diajeng Sleman digelar Jumat (12/5) malam. Diajeng Erina Gudono hadir dan menjadi salah satu Dewan Juri dalam acara ini. Selanjutnya, dipilih 5 pasang Dimas Diajeng terbaik dan 3 pasang Dimas Diajeng atributif dari total 15 pasang Dimas Diajeng terseleksi,” terangnya, kamis (11/5).
Ishadi menambahkan, Dimas Diajeng adalah salah satu produk dari kegiatan Dispar yang jadikan cucuk lampah dalam peringatan Hari Jadi Sleman. “Hari Jadi Sleman adalah milik kita bersama sehingga harus didukung oleh stakeholder baik dari generasi muda dan yang lain,” imbuhnya.

Pasca upacara Hari Jadi yang akan digelar Senin (15/6), Dispar juga telah menyiapkan berbagai rentetan event yang lain. Event itu dipercaya dapat meningkatkan sektor pariwisata di Sleman sekaligus dapat ikut serta memeriahkan Hari Jadi ke-107 Kabupaten Sleman.
“Pada 28 Mei nanti di Museum Gunungapi Merapi akan dilaksanakan Ambarrukmo Volcano Run. Event ini akan diikuti sekitar 1.300 pelari dari seluruh Indonesia yang akan bersaing untuk memperebutkan total hadiah sebesar Rp 44 juta,” katanya.
Terdapat 3 kategori lomba yang dipertandingkan. Yakni half marathon 5K, 10K, dan 21K dengan rute mengelilingi kawasan Museum Gunungapi Merapi. Dalam hal itu, peserta juga bisa menikmati kemegahan Gunung Merapi di pagi hari.
Pada hari yang sama, untuk meningkatkan kunjungan wisata di Kaliurang sekaligus memeriahkan Hari Jadi Sleman, Dispar akan menggelar pentas seni di Tlogoputri. Pentas seni itu, akan menampilkan Campursari Kasanjayan, Sudimoro Purwobinangun, Pakem dan Jathilan Turonggo Mudo Prono Jati Sejati, Sumberarum, Moyudan.
Masih dalam rangkaian peringatan Hari Jadi, pada bulan Juni 2023, Dispar akan mengawali kegiatan dengan Festival Van Der Wijck di Bok Renteng, Dusun Tangisan, Banyurejo, Tempel. Festival Van Der Wijck merupakan festival budaya agraris asli Sleman yang menjadi salah satu dari 110 event terbaik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.
“Tema besar yang diangkat Festival Van Der Wijck pada tahun ini adalah “Rice for All” mengacu pada program peningkatan ketahanan pangan yang sedang dilaksanakan. Itu juga sebagai upaya untuk lebih mempromosikan kawasan barat Sleman sebagai salah satu destinasi pariwisata berkelanjutan,” pungkasnya. (cr5/bid)










