BANTUL, Joglo Jogja – Ratusan Masa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) mendatangi Polres BantuL, Senin (29/5/23). Mereka meminta keadilan untuk anggotanya yang mengalami penganiayaan oleh oknum suporter Perserikatan Sepakbola Indonesia Mataram (PSIM). Ketua Cabang PSHT Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Topan mengatakan, aksi kali ini menjadi salah satu kepedulian kepada salah satu anggota PSHT di Parangtritis.
“Pelaku itu ada kegiatan di Parangtritis hingga larut malam hingga menggangu masyarakat. Namun ketika diingatkan mereka pada marah dan menganiaya saudara kami. Bahkan sampai mengunakan senjata tajam,” ungkapnya kepada Joglo Jogja di halaman Polres Bantul.
Pihaknya pun menuntut Polres agar bisa mengusut tuntas kejadian itu. Tujuannya untuk mengurangi keresahan dan mencegah munculnya masalah baru.
“Tadi tanggapan dari Polres Bantul ini sangat antusias dan sangat positif serta akan berkomitmen 3 x 24 jam pelaku kejahatan akan bisa ditangkap,” jelasnya.
Statement tersebut pun selanjutnya dipegang oleh masa PSHT. Namun jika komitmen itu tidak terbukti, kata Topan, pihaknya akan mengerahkan masa yang cukup besar.
Sementara itu Kapolres Bantul Hasan mengucapkan terima kasih kepada PSHT karena dapat membantu menjaga suasana Bantul tetap kondusif. Aspirasi yang disampaikan PSHT juga telah diterima.
“Sehingga beri kami waktu 3 x 24 jam sebagai batas akhir untuk dapat mengkap pelaku. Karena kami harus menyiapkan bidik dan sebagainya dalam melakukan penangkapan,” tegas Hasan.
Ia menambahakan, jika hingga sore atau malam kemarin bisa terlacak, maka akan dilakukan penangkapan. Kemudian segera diproses secara hukum. (cr4/mg4)










