BANYUMAS, Joglo Jateng – Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas mengimbau penyuluh pertanian lapangan (PPL) untuk terjun langsung memberikan edukasi terkait umpanisasi bagi lahan sawah yang memiliki potensi gagal panen akibat kekurangan air. Sebab dalam waktu dekat, diprediksi Indonesia akan menghadapi fenomena el nino.
El nino merupakan perubahan suhu permukaan air laut yang ada di Pasifik tengah, sehingga menyebabkan terjadinya awan di sekitar Pasifik tengah. Akibat dari adanya fenomena ini yaitu penurunan curah hujan di Indonesia, khususnya sebagian di Pulau Jawa.
“Selain umpanisasi, dapat dilakukan edukasi penggunaan irigasi sistem intermitten, terutama di daerah yang irigasinya lancar atau daerah yang dekat dengan mata air seperti Baturraden, Sumbang, Kedungbanteng, Pekuncen, dan Cilongok,” kata Kepala Dinas Pertanian Banyumas Jaka Budi S, Senin (5/6).
Hal ini nantinya dapat menghemat irigasi di daerah atas, sehingga nantinya dapat dimanfaatkan untuk irigasi di daerah bawah atau daerah yang jauh dari mata air. Ia menambahkan, masyarakat dapat menerapkan pola sistem meduk, khususnya di Kecamatan Tambak, Kemranjen, Sumpiuh atau daerah tertentu yang memungkinkan untuk bisa dilakukan awal tanam.
Para gabungan kelompok tani (gapoktan), kelompok tani (poktan), dan semua komponen petani diminta untuk terus bekerja sama dan berkolaborasi dengan dinas terkait agar tidak terjadi gagal panen. Masyarakat dapat digerakkan untuk mengambil air irigasi menggunakan pompa di sungai atau embung yang masih memungkinkan.
Sementara kawasan yang tidak memungkinkan, dapat dibuatkan sumur tanah dan menggunakan pompa yang ada di Poktan. “Jika ada peralatan yang rusak dapat diperbaiki kembali, untuk itu nantinya akan kami fasilitasi. Semoga fenomena el nino ini tidak menyebabkan penurunan produksi pangan di Banyumas,” tutupnya. (cr6/abd)










