Distapang Kota Semarang Gencarkan Program Mata Dewa

Kepala Distapang Kota Semarang, Bambang Pramusinto. (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Ketahanan Pangan (Distapang) Kota Semarang menggencarkan program Pemantauan Kualitas Pangan dengan Melibatkan Elemen untuk Warga Semarang (Mata Dewa). Yakni program yang memberikan edukasi kepada para pedagang yang berjualan makanan baik di lingkup pasar tradisional, modern hingga sekolah di Kota Semarang agar menjaga kualitas baik.

Kepala Distapang Kota Semarang, Bambang Pramusinto mengukapkan, pihaknya melibatkan elemen masyarakat untuk mendukung gerakan Mata Dewa. Di antaranya lurah, Kamtibmas, Babinsa, RT, RW, detektif pangan, dan kepala sekolah.

“Jadi mereka (pedagang, Red.) kalau jualan dipastikan betul dengan cek di kantor Distapang. Jangan sampe warnanya menarik tapi mengandung pewarna tekstil.  Kan kasian mereka (siswa, Red.) generasi andalan jangan sampai sakit-sakitan dan makanannya harus dijaga,” ucapnya kepada Joglo Jateng, beberapa waktu lalu.

Selain itu, di lingkungan pasar tradisional pihaknya akan melibatkan juga ketua pasar untuk ikutserta memeriksa langsung dengan berkeliling di tiap lapak pedagang. Menurutnya, tingkat keamanan pangan di Semarang saat ini mencapai rata-rata 75 hingga 80 persen.

Meski begitu, Distapang masih menemukan makanan yang mengandung berbahaya, terutama di lingkungan pasar tradisional. Seperti contohnya formalin, pestisida, hingga boraks.

“Kita temukan 15-20 persen makanan yang mengandung bahan berbahaya. Rata-rata biasanya di mie, bakmi basah, ikan asin basah, bakso, teri basah. Nah itu yang sering ditemukan,” jelas Bambang.

Ia bersyukur, sejauh ini belum ditemukannya makanan yang mengandung bahan berbahaya pada jajanan anak sekolah dasar (SD). “Alhamdulillah di dua SD yang saya keliling dengan mobil lab keliling belum ada temuan. Tapi tidak menutup kemungkinan kalau di SD lain tidak ada,” ungkapnya.

Dalam gencaran program Mata Dewa, pihaknya juga dibantu oleh detektif pangan yang merupakan sekumpulan siswa yang bertugas mengingatkan teman-teman sekolahnya untuk membawa makanan sesuai pedoman 4 sehat 5 sempurna. “Jadi mereka bisa melihat kaidah makanan yang dibawa oleh teman-temannya. Selain itu mereka juga memantau jajanan yang ada di sekolah. Jadi kalau ada kecurigaan bisa laporkan ke kami (Distapang, Red.),” tuturnya.

Terkait keamanan pangan, dirinya mengimbau kepada seluruh pedagang untuk memastikan  produknya sebelum dijualkan sekaligus dikonsumsi oleh masyarakat. Dengan begitu, warga Semarang akan terbebas dari makanan yang mengandung berbahaya.

“Ya kita proaktif saja sebagai sesama masyarakat. Pedagang jika ingin mengecek produknya bisa langsung ke kantor Distapang apakah produknya mengandung bahan berbahaya atau tidak,” pungkasnya. (cr7/mg4)