Bangun Sistem Pembinaan Atlet Usia Dini, Tingkatkan Prestasi Olahraga

kejuaraan pencak silat tapak suci Bupati Sleman Cup 4 di GOR Pangukan Tridadi
BERSEMANGAT: Anak-anak saat mengikuti kejuaraan pencak silat tapak suci Bupati Sleman Cup 4 di GOR Pangukan Tridadi, beberapa waktu lalu. (ADIT BAMBANG SETYAWAN/JOGLO JOGJA)

SLEMAN, Joglo Jogja – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) berupaya membangun sistem pembinaan atlet sejak usia dini secara terpadu. Sistem itu dilakukan untuk terus meningkatkan prestasi bidang olahraga di wilayah Bumi Sembada.

Kepala Dispora Kabupaten Sleman Agung Armawanta mengatakan, beberapa upaya terus dilakukan untuk membangun sistem pembinaan atlet usia dini. Salah satunya dengan mengenalkan olahraga melalui pelatihan standar dan bantuan sarana prasarana kepada sentra pelatihan cabang olahraga serta kelompok masyarakat.

Lebih lanjut, pihaknya juga telah melakukan pelatihan standar olahraga termasuk teknik, teknis, serta pemberian sarana pada cabang olahraga populer. Di antaranya bola voli, sepak bola, tenis meja, senam, dan bulu tangkis.

“Pelatihan ini kami berikan selain sebagai kampanye olahraga agar masyarakat sehat, juga agar menumbuhkan minat olahraga pada anak. Sehingga tertarik untuk menekuni bidang olahraga yang dipilih,” terangnya kepada Joglo Jogja, belum lama ini.

Ia menambahkan, pengembangan prestasi olahraga khususnya untuk anak usia dini telah dilakukan sentra pelatihan di setiap kecamatan pada beberapa cabang olahraga. Baik untuk tingkat taman kanak-kanak (TK) maupun sekolah dasar (SD). Bahkan, dikompetisikan untuk dapat dilakukan evaluasi.

“Kejuaraan multi event rutin kami laksanakan seperti Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (Popkab), Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda), Pekan Paralimpik Daerah (Peparda), dan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). Juga kejuaraan single event atau event kerja sama, piala kadispora, piala bupati, dan kejuaraan lainnya,” jabarnya.

Berbagai kejuaraan itu, dimaksudkan juga sebagai penjaringan atlet berbakat untuk selanjutnya dilakukan pembinaan lebih lanjut. Selain juga tetap akan dilakukan pemantauan fisik anak serta pemantauan tim talent cabang olahraga kepada anak.

“Kendala yang biasanya dihadapi untuk atlet pemula adalah kejenuhan dalam latihan. Namun hal itu kami coba siasati dengan mengundang narasumber lain selain pelatih biasanya, juga dengan melakukan pertandingan uji coba atau persahabatan, sehingga anak tetap bersemangat untuk latihan,” paparnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga membantu penyediaan pelatih dan sarana di tempat kelompok latihan usia dini. Selain itu juga memberikan piagam penghargaan bagi juara kompetisi sebagai penghargaan serta piala dan hadiah uang tunai yang layak pada saat kompetisi. (cr5/mg4)