Tiga Desa Terdampak Kekeringan

  • Bagikan
GERAK CEPAT: Tim BPBD Banyumas melakukan distribusi air bersih ke sejumlah desa terdampak kekeringan belum lama ini. (DOK BPBD BANYUMAS)

PURWOKERTO – Tiga desa di Kabupaten Banyumas sudah mengalami krisis air bersih menyusul penurunan curah hujan di wilayah setempat. Tiga desa tersebut, yakni Desa Nusadadi Kecamatan Sumpiuh, Desa Karanganyar, Kecamatan Patikraja dan Desa Kediri, Kecamatan Karanglewas.

“Laporan terakhir yang masuk ke kami, sudah tiga desa yang mulai mengalami krisis air bersih,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Banyumas, Ariono Poerwanto di Banyumas kemarin.

Dia menjelaskan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap dampak penurunan curah hujan di wilayah tersebut. Sebelumnya, BPBD Kabupaten Banyumas, juga telah memetakan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan pada musim kemarau 2019 ini.

“Baru kemarin ini kami mendistribusikan air bersih kepada warga yang berlokasi di RT 03 dan 04 RW 06, Desa Kediri, Kecamatan Karanglewas sebanyak satu mobil tangki. Sebelumnya kami juga telah mendistribusikan air bersih ke Desa Nusadadi dan Karanganyar,” urainya.

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun dari BPBD Banyumas diketahui pada tahun lalu ada sejumlah kecamatan yang mengalami kekeringan di Banyumas. Sejumlah kecamatan tersebut, antara lain, Sumpiuh, Banyumas, Somagede, Kalibagor, Cilongok, Purwojati, Kebasen, dan Karanglewas.

Dia menambahkan, BPBD Banyumas pada saat ini memiliki sekitar tiga armada tangki untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah-wilayah terdampak. Satu mobil bisa melaksanakan sekitar empat hingga enam kali penyaluran ke wilayah-wilayah terdampak.

“Selain itu biasanya juga akan ada bantuan armada lainnya dari berbagai pihak misalkan dari Bakorwil dan PDAM,” urainya.(ara/lut)

  • Bagikan