Cinta Budaya dan Kuliner Purwodadi

Ni Luh Desita Eprilyani
Ni Luh Desita Eprilyani (MUHAMAD ANSORI/LINGKAR JATENG)

SUDAH tiga tahun lebih, Ni Luh Desita Eprilyani tinggal di Kabupaten Grobogan untuk menuntut ilmu di Universitas Annur Purwodadi. Sebelumya, ia bersama orang tuanya tinggal di Badung, Provinsi Bali

Gadis yang akrab disapa Desita itu mengatakan, awal kepindahan ke Purwodadi membuatnya harus beradaptasi dengan lingkungan. Selain disibukkan dengan kuliah, dia juga aktif dalam kegiatan seni tari.

Iduladha

“Dari menari yang menjadi hobi saya itu, saya punya banyak teman dan dapat beradaptasi dengan lingkungan. Sedikit demi sedikit, saat ini sudah bisa beradaptasi. Mulai dari budaya hingga kulinernya,” katanya yang saat ini tinggal di sebuah tempat kos di Purwodadi itu.

Dara kelahiran Bali, 16 April 1998 lalu itu mengungkapkan, lingkungan dimana ia tinggal saat ini membuat dirinya semakin mencintai Kabupaten Grobogan. Bahkan kecintaanya bukan hanya sekedar budaya, juga termasuk kuliner-kuliner di kota Purwodadi.

“Kalua Swike, saya tidak begitu suka. Kuliner di Purwodadi paling saya suka masakan daging, yaitu sayur becek dan nasi jagung. Untuk kesenian, saya suka tari Jawa,” ungkapnya.

Ia mengaku, pindahnya ke Grobogan untuk memuntut ilmu di dunia medis lantaran terdorong orang tuanya. Dimana pada saat ia lulus SMK, kedua orang tunya menyarankan untuk melanjutkan kuliah di Kabupaten Grobogan. Lantaran di tempat asalnya, juga ada beberapa temannnya yang lulus dari sekololah tersebut dan saat ini sudah bekerja di Bali.

“Cita-cita saya menjadi perawat. Setelah lulus nanti, saya mau kembali ke Bali untuk mencari pekerjaan disana. Meski begitu saya juga tidak akan lupa kepada teman-teman saya di Kota Purwodadi ini,” ucapnya.(ori/lut)

DPRD Batang