Infrastruktur di Kelurahan Kota Semarang Dikeluhkan

  • Bagikan
infrastruktur di kelurahan kota semarang dikeluhkan

SEMARANG-Berdasarkan hasil reses anggota DPRD Kota Semarang, kebanyakan warga mengeluhkan berbagai hal yang berkaitan dengan infrastruktur di kelurahan-kelurahan. Sebab infrastruktur tersebut sangat dibutuhkan dan berada di lingkungan sekitar tempat tinggal masyarakat.

Ketua DPRD Kota Semarang Kadarlusman mengatakan, dalam Rapat Paripurna kali ini, masing-masing fraksi melaporkan hasil reses yang telah dilakukan. Diketahui, warga Kota Semarang ingin infrastruktur di perkampungan terus diperbaiki.

“Hasil reses, kebanyakan masyarakat ingin infrastruktur diperbaiki. Khususnya di kelurahan-kelurahan, ungkap Kadarlusman ketika ditemui selepas Sidang Paripurna pertama tahun 2020 di Gedung DPRD Kota Semarang kemarin.

Infrastruktur ini di antaranya, perbaikan drainase, pengerukan sedimen yang berada di saluran air hingga perbaikan jalan di perkampungan. Ia berharap hasil reses ini dapat segera ditindaklanjuti oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Semarang. Karena infrastruktur ini sangat dibutuhkan warga. Apalagi pada musim hujan seperti ini.

Terkait reses, Pimpinan dewan yang akrab disapa Pilus ini, menambahkan para anggota dewan selain melaksanakan tiga fungsinya. Mereka juga harus menyerap aspirasi masyarakat yang telah memilihnya.

Ya, kalau di infrastruktur di kota-kota masyarakat lebih memilih melaporkan ke Pemkot dan di gang-gang, kelurahan, kecamatan, mereka lebih melaporkan ke anggota dewan. Selain melaksanakan 3 fungsi DPRD, yakni, legislasi, budgeting dan pengawasan, para anggota juga harus menyerap aspirasi warga yang berada di daerah pemilihannya, lanjutnya.

Pilus berharap antara DPRD Kota Semarang dan Pemerintah Kota Semarang terus bersinergi. Dengan adanya sinergi maka masyarakat akan terlayani dengan baik.

Maka, kita harus saling bersinergi antar lembaga. Pemkot melaksanakan dan juga harus ada pengawalan dari anggota dewan sendiri. Jangan hanya melaporkan hasil reses saja, pungkasnya.

Paripurna dihadiri oleh 34 anggota dewan dan berbagai pimpinan OPD Kota Semarang. Di antaranya, Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Kepala Dinas Kominfo Bambang Pramusinto,  Kepala Dinas Pendidikan Gunawan Saptogiri, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Indriyasari, dan berbagai pimpinan OPD lainnya. (cr3/lut)

  • Bagikan