LINGKARJATENG.COM – Lecet pada kulit puting payudara merupakan persoalan umum yang dialami ibu menyusui. Hampir setiap puting payudara ibu yang sedang menyusui pasti pernah lecet. Kondisi ini tentu membuat tidak nyaman karena akan terasa perih saat menyusui.
Masalah payudara ini sebetulnya dapat sembuh sendiri dalam beberapa hari. Meski begitu, mungkin tetap ada kekhawatiran bila kondisi ini bertambah parah dan bisa mempengaruhi asupan ASI si Kecil.
Itu sebabnya, meski dapat sembuh sendiri, Ibu tidak bisa menyepelekan lecet di payudara dan sebaiknya segera mencari cara mengobatinya agar cepat sembuh.
Sebelum mencari perawatan yang tepat, Ibu harus tahu penyebab yang mendasarinya. Dikutip dari johnsonbaby, berikut beberapa kondisi dan masalah kesehatan yang mungkin menjadi penyebab puting lecet.
1. Cara menyusui yang salah
Australian Breastfeeding Association menyebutkan tekanan dan gesekan terus-menerus pada kulit payudara dan puting adalah penyebab lecet yang paling umum.
Tekanan dan gesekan konstan ini bisa berasal dari isapan mulut si Kecil akibat cara menyusui yang salah. Bila cara menyusui tidak benar, tekanan isapan dari bibir si Kecil dapat menyebabkan kulit puting lecet.
Coba kembali atur posisi si Kecil saat menyusui sampai senyaman mungkin. Tak hanya nyaman bagi bayi, tapi juga nyaman bagi Anda. Jangan ragu untuk mengunjungi terapis laktasi untuk mendapatkan bimbingan menyusui bayi dengan tepat.
2. Tidak cocok dengan pompa ASI
Menggunakan pompa memang mempermudah para Ibu yang sibuk agar terus bisa memberikan ASI secara eksklusif. Sayangnya, tidak semua ibu cocok menggunakan alat ini.
Memompa ASI terus-menerus dalam waktu yang berdekatan dapat menyebabkan puting lecet. Jika Anda menemukan adanya luka setelah menggunakan pompa ASI, sebaiknya hentikan pemakaian alat tersebut. Terus menggunakan pompa ASI bisa membuat kondisi semakin parah.
3. Alergi
Puting susu yang lecet juga bisa disebabkan oleh reaksi alergi terhadap sesuatu yang menyentuh kulit. Alergen (pemicu alergi) bisa berupa bahan kimia atau pewangi dalam produk yang ada di sabun mandi, detergen, atau parfum.
Bila Anda yakin reaksi alergi adalah penyebabnya, cara terbaik untuk mencegahnya adalah dengan menghindari alergen. Anda perlu mengganti sabun yang lebih ringan, seperti sabun mandi bayi, mengganti detergen pencuci baju, membilas pakaian berulang kali hingga bersih, atau mengganti parfum yang Anda gunakan.
4. Eksim
Tidak hanya alergi, puting lecet juga bisa disebabkan oleh masalah kulit seperti eksim. Ini sangat mungkin terjadi pada ibu yang memang memiliki kondisi ini sebelumnya.
Munculnya gejala eksim sangat mungkin dipicu oleh gesekan dan tekanan saat menyusui pada kulit puting yang kering. Pada kasus ini, perawatan ke dokter sangat diperlukan. Pasalnya, lecetnya puting akibat eksim bisa bertambah parah dan mengganggu proses pemberian ASI pada si Kecil.
Selain perawatan dokter, Ibu sangat perlu berhati-hati dalam memilih produk perawatan untuk kulit, mulai dari sabun hingga pelembap.
Jika terkena infeksi, kemungkinan bisa menderita mastitis (peradangan payudara karena infeksi). Kondisi ini menimbulkan gejala seperti payudara membengkak, terasa nyeri dan sensitif, kadang disertai demam menggigil.
Anda sangat disarankan mengunjungi dokter, bila lecet pada puting tidak kunjung sembuh dalam beberapa hari.










