KUDUS – Kabupaten Kudus mulai memasuki musim penghujan, namun hingga kini, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mengaku belum mendapatkan laporan kasus deman berdarah dengue (DBD). Meski begitu, tindakan antisipasi juga dilakukan untuk menghindari terjadinya lonjakan kasus.
Plt Kepala DKK Kudus, Abdul Aziz Achyar mengatakan pada awal musim hujan ini, kasus DBD di Kudus masih nihil. Menurutnya hal itu disebabkan lantaran intensitas curah hujan di Kabupaten Kudus belum mengalami peningkatan signifikan.
“Hujan turun tapi tidak terlalu sering. Tak banyak membuat genangan air untuk tempat nyamuk bertelur,” ungkapnya.
Meskipun begitu ia mengajak semua pihak waspada. Tahun lalu laporan kasus DBD di Kudus mencapai 182 laporan. Dengan angka kematian sebanyak 16 kasus. Dia berharap pada tahun ini seluruh pihak dapat bersinergi menekan kasus DBD dengan melakukan kegiatan pemberantasan. Terlebih intensitas hujan tahun ini diprediksi BMKG tidak setinggi musim lalu.
Meskipun begitu, Aziz menegaskan jika pihaknya tetap akan mengeluarkan edaran ke desa dan instansi untuk meningkatkan kewaspadaannya terhadap DBD. Ajakan untuk meningkatkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan pembagian bubuk abate pun digencarkan pihaknya selama musim penghujan yang telah datang.
Selain itu, sosialisasi ke masyarakat mengenai penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aides Aigephty dan Aides Albopictus juga terus dilakukan. Guna meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit tersebut.
Menurutnya, PSN merupakan tindakan paling efektif dalam mencegah penyebaran penyakit DBD. Dengan PSN perkembangbiakan nyamuk dapat dihambat.
“Kalau hanya fogging hanya mematikan nyamuk dewasanya saja. Sedangkan PSN mampu membasmi telur, larva dan pupa nyamuk. Menutup peluang nyamuk dewasa untuk berkembang,” tegasnya.
Ia mengakui kegiatan PSN memang membutuhkan kesadaran dari masyarakat luas. Sebab PSN tidak cukup dilakukan sekali, namun harus dilakukan secara rutin.
“PSN dilakukan dengan 3M yakni menguras, mengubur dan menutup. Ditambah dengan pemberian bubuk abate pada bak air di kamar mandi atau pemberian ikan cupang sebagai predator jentik nyamuk dan penanaman tumbuhan anti-nyamuk di rumah,” katanya.(cr4/akh)










