Budidaya Lele Bioflok Bisa Jadi Contoh Daerah Lain

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo
BERCENGKRAMA: Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo yang juga menjabat sebagai Menteri Kelautan dan perikanan (KP) sementara, berdialog dengan salah satu peternak lele system bioflok di Desa Kaligelang Kecamatan Taman, belum lama ini. (AFIFUDIN/ JOGLO JATENG)

PEMALANG – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo yang juga menjabat sebagai Menteri Kelautan dan perikanan (KP) sementara, mengunjungi lokasi budidaya lele sistem bioflok. Lokasi budidaya bertempat di Desa Kaligelang, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang. Budi daya ikan lele bioflok ini dikembangkan oleh Kelompok Tani Lele Mutiara.

Yasin Limpo mengatakan bahwa pihaknya bersama Dirjen perikanan dan kelautan ingin memastikan program dan  implementasi KKP. Hal itu disampaikannya kepada kelompok tani lele mutiara.

“Kami melihat program dalam konsepsi dan implementasi KKP semuanya berjalan dengan baik. Kami juga melihat pengembangan ini bisa dijadikan contoh buat daerah lain,” katanya.

Yasin Limpo berharap, program budidaya lele bisa menjadi akselerasi dalam pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah. Tentu harus berbarengan dengan dukungan pemerintah daerah setempat.

Menurutnya hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan Presiden Joko Widodo. Agar kegiatan-kegiatan pemerintah harus bisa berkontribusi dalam kesejahteraan dan ekonomi rakyat khususnya pada masa pandemi sekarang ini.

“Di masa pandemi ini, antara pemerintah dan masyarakat memang harus bersatu dalam segala hal, terutama dalam sektor ekonomi,” lanjutnya.

Dalam kunjungannya tersebut, Yasin Limpo memberikan bantuan pengembangan perikanan budidaya senilai Rp 2,3 M dalam bentuk paket bioflok, pakan, benih. Serta ditambah dengan paket rehabilitasi saluran tambak udang padat karya.

Sementara itu Dirjen Kementerian KKP Bidang Perikanan Budidaya, Slamet Subjakto menambahkan, dukungan terhadap petani perikanan budidaya di Jawa tengah terus diupayakan. Salah satunya dengan bantuan yang sudah disalurkan kepada beberapa kelompok tani perikanan budidaya di Kabupaten Pemalang.

“Sedangkan di seluruh Indonesia sekitar Rp 400 M, yang tentunya bisa di kembangkan dari kementerian-kementerian yang lain. Dan di tahun 2021 akan ada identifikasi untuk calon penerima dan lokasi yang lain,” ujarnya. (cr1/fat)