KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus terus berupaya memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan mengimplementasikan instruksi dari Pemerintah Pusat secara tanggap. Kali ini, untuk meminimalisasi penularan dan mempercepat penanganan Covid-19, Plt Bupati Kudus, H.M. Hartopo menyambut baik instruksi dari Mendagri untuk melaksanakan PPKM mikro. Bagi Hartopo, PPKM ini merupakan solusi agar tracing penularan berjalan dengan cepat.
“Terdapat kebijakan dari Mendagri yang melaksanakan PPKM lokal selama dua minggu setelah tanggal 8 Februari. Saya menilai hal tersebut mengefektifkan pemantauan kasus Covid-19,” terangnya usai divaksinasi tahap kedua di RSUD dr Loekmono Hadi, Senin (8/2).
Hartopo menyampaikan, zonasi hijau, oranye, dan merah bakal dilaksanakan hingga ke tingkat desa. Jadi kalau ada peningkatan kasus Covid-19 yang signifikan di satu desa, kepala desa setempat dapat langsung melakukan semacam “lockdown lokal”. Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, lanjut Hartopo, nantinya juga lebih tepat sasaran. Pihaknya akan bergerak cepat untuk memastikan program ini dapat terlaksana dengan tepat.
“Apalagi, sebelumnya Gubernur Jawa Tengah telah menginisiasi Jogo Tonggo untuk pemantauan Covid-19 di tingkat RT dan RW. Kedua kebijakan tersebut dapat saling mengisi sehingga pemantauan optimal,” lanjut orang nomor satu Kota Kretek itu.
Dengan adanya PPKM berbasis mikro ini, Hartopo berharap angka kasus positif Covid-19 di wilayahnya dapat terus turun. Apalagi, PPKM tahap pertama membawa kabar baik: kasus positif di Kudus statistiknya turun.
Sebagai informasi, sejauh ini sudah ada tiga fase PPKM. Yakni PPKM tahap pertama yang dilaksanakan 11-25 Januari, PPKM tahap kedua pada 26 Januari hingga 8 Februari, dan PPKM berbasis mikro pada 9-22 Februari berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2021. Pada akhir pekan kemarin, Jawa Tengah bahkan juga memiliki program sendiri untuk menekan Covid-19: Jateng Dua Hari di Rumah Saja. (hms/abu)










