Banjir dan Tanah Longsor Makan 5 Korban Jiwa

Petugas BPDB Kota Semarang
MENGGENANG: Petugas BPDB Kota Semarang saat melakukan evakuasi warga terdampak banjir di kelurahan Wonosari pada Sabtu (06/02). (NANANG / JOGLO JATENG)

SEMARANG – Banjir dan Tanah Longsor yang melanda Kota Semarang sejak Sabtu (6/2) tidak hanya berdampak pada kerusakan sejumlah rumah dan fasilitas publik. Bencana alam tersebut juga memakan korban meninggal sebanyak 5 orang.

Kepala Bidang Rekonstruksi dan Rehabilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Abel Monteiro mengatakan, total terdapat lima orang korban dalam insiden banjir dan tanah longsor di Semarang. Empat diantaranya dinyatakan meninggal dunia, dan satu orang lainnya masih dalam pencarian tim rescue.

“Satu orang lagi masih dalam pencarian di Mangunharjo, Tugu, atas nama Ngadi,” jelasnya usai rapat dengar pendapat dengan komisi D DPRD Kota Semarang, Rabu (10/2).

Empat korban meninggal tersebut terdiri dari dua warga di kelurahan Jomlang, Kecamatan Candisari. Sementara dua warga lainnya yang meninggal disebabkan oleh sengatan listrik di Semarang Utara dan Semarang Timur.

“Sebelumnya yang terdata hanya ada 10 kecamatan, kelewatan satu yakni Kecamatan Tembalang, jadi ada 11 kecamatan total yang terdampak,” imbuhnya.

Dari 11 kecamatan tersebut, ada sebanyak 110 kelurahan di Kota Semarang yang terdampak bencana dengan total sebanyak 27.346 keluarga atau 101.366 jiwa. Ada sebanyak 203 keluarga yang mengungsi, atau 697 jiwa.

“Ini baru cakupan di enam kecamatan dari 11 kecamatan. Enam kecamatan itu, yakni Genuk, Gayamsari, Candisari, Semarang Tengah, Semarang Timur dan Tugu,” jelasnya.

Saat ini, pihaknya melakukan penanganan pasca bencana, dengan mendirikan posko penanganan bencana, pada hari Sabtu (6/2) di dua titik. Yakni di Kantor BPBD Kota Semarang Pedurungan, Gayamsari, dan Semarang Barat.

“Kami sudah memberikan bantuan logistik sembako, terpal dan truk dapur umum untuk pengungsi. Selain itu akan dibangun Posko Induk juga, nantinya berada di Gedung PIP Balai Kota Semarang. Agar aksesnya lebih mudah, karena berada di titik paling sentral,” pungkasnya. (cr2/fat)