Batang  

20 Hektare Lahan untuk UMKM di KIT Batang

Bupati Batang Wihaji
BANGUN EKONOMI: Bupati Batang Wihaji (kiri) saat mendampingi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat peninjauan progres pembangunan Kawasan Industri Terpadu Batang, Minggu (14/2). (ANTARA / JOGLO JATENG)

BATANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang, menyiapkan lahan seluas 20 hektare di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang untuk ruang usaha bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Pihaknya telah menyampaikan kepada konsorsium untuk memberikan ruang bagi para pelaku UMKM di daerah setempat.

“Kami sudah siapkan 20 hektare bagi UMKM untuk mendukung kebutuhan industri karena tidak semunya menggunakan ‘high tech’ tetapi ada beberapa kebutuhan yang sifatnya dolly sehingga masyarakat tidak ditinggal dan ikut terlibat,” ujar Bupati Batang, Wihaji, belum lama ini.

Ia menjelaskan, hal ini sesuai dengan instruksi dari Presiden Joko Widodo, semua kawasan industri wajib melibatkan warga lokal dan memberikan ruang bagi UMKM. Menurutnya, hal dapat menjadi simbiosis mutualisme antara pelaku UMKM dan industri di tempat tersebut.

“Melibatkan UMKM lokal dalam investasi maka ada sinergi dalam menyuplai untuk menunjang kebutuhan industri, seperti makanan dan minuman, dan pakaian,” tuturnya.

Wihaji mengatakan, investasi tidak hanya membantu dalam menciptakan lapangan kerja tetapi juga harus ada suplai kebutuhan industri dari UMKM. Sehingga nanti ada pergerakan, pertumbuhan, dan pertahanan ekonomi masyarakat lokal dari dampak industri.

Saat ini, sudah ada 3 perusahaan besar dari luar negeri yang positif berinvestasi, yakni LG, KCC Glass, dan Wavin yang nilai investasinya mencapai ratusan triliun rupiah. Karena itu, dalam 5 tahun ke depan kebutuhan tenaga kerjanya bisa mencapai 150.000 orang.(ara/akh)