Pembelajaran Luring Tunggu Zonasi Covid-19

  • Bagikan
TUNGGU: Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Gunawan Saptogiri
TUNGGU: Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Gunawan Saptogiri. (NANANG / JOGLO JATENG)

SEMARANG – Penurunan kualitas siswa dalam konsep Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) membuat banyak pihak khawatir. Hal ini disampaikan  Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Gunawan Saptogiri, kemarin. Gunawan melanjutkan, solusi yang muncul dalam menghadapi kondisi semacam ini adalah pembelajaran tatap muka secara bertahap. Walaupun berisiko, konsep pembelajaran ini bisa diterapkan jika syarat-syarat pemberlakuannya terpenuhi. Salah satunya apabila zonasi Covid-19 sudah menguning.

Di Kota Semarang sendiri, lanjutnya, sejumlah sekolah negeri mulai dari TK, SD hingga SMP memastikan telah siap menyambut pembelajaran tatap muka secara bertahap. Kendati demikian, sekolah-sekolah tersebut masih akan menunggu kebijakan dari pemerintah setempat maupun pemerintah pusat.

“Semua sekolah di Kota Semarang sebenarnya telah siap melakukan pembelajaran tatap muka sejak awal tahun 2021. Tapi karena kasus Covid-19 meningkat di akhir tahun 2020, mereka harus menunda terlebih dahulu sampai kondisinya memungkinkan,” kata Gunawan.

Ia menyampaikan, untuk penerapan siswa masuk sekolah, pihaknya masih nunggu perkembangan kebijakan dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Ia menyebut, sistematika awalnya adalah dengan memperbolehkan tatap muka bagi sekolah negeri terlebih dahulu. Hanya saja, hal itu akan dilakukan bertahap dan tidak langsung semua.

Baca juga:  Efektifitas Pembelajaran Jarak Jauh selama Masa Pandemi Covid-19 di Daerah Pedesaan

“Terkait jumlah siswa di setiap sekolah jumlahnya juga beda-beda. Nanti pilot projeknya SMP saya harapkan 25 persen. SD negeri di kelas 4, 5, dan 6. Tapi semua tetap melihat perkembangan kondisi kasus Covid-19 di Semarang. Kecuali kalau sudah divaksin semua, barulah kita berani serentak,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Semarang Hari Waluyo memastikan semua sekolah negeri sudah siap melakukan pembelajaran tatap muka dengan prokes ketat. Ia mengungkapkan, pemberlakuan pembelajaran tatap muka tersebut masih menunggu aturan penerapannya serta zona wilayah minimal kuning atau hijau.

“Semua sekolah sudah siap. Siswanya juga kan sudah ingin sekali belajar tatap muka. Tapi ya itu, kita terkendala zonasi Covid-19. Semarang masih merah, makanya belum diizinkan,” pungkasnya. (cr2/abu)

  • Bagikan