SEMARANG – Hujan yang terus mengguyur Kota Semarang sejak Rabu malam (24/02) hingga Kamis siang (25/02) mengakibatkan sejumlah wilayah kembali diterjang Banjir. Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, titik banjir hingga Kamis siang bertambah menjadi 30 titik dengan ketinggian air yang bervariasi.
Banjir yang kembali melanda Kota Semarang itu membuat kondisi warga yang terdampak banjir semakin memprihatinkan. Warga mulai mengeluhkan penyakit kulit akibat banjir yang merendam sejak tiga hari terakhir. Warga berharap mendapatkan bantuan obat obatan untuk menanggulangi penyakit kulit yang mereka derita.
“Kepada pemerintah, kami minta tolong dikirimi obat obatan. Kami mulai gatal gatal karena banjir,” kata Yanti, salah seorang warga yang rumahnya terendam banjir di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kamis (25/2).
Tak hanya obat obatan, lumpuhnya aktifitas warga juga berdampak pada sulitnya mendapat kebutuhan sehari hari, khususnya membeli kebutuhan bayi, seperti susu dan pempers. Selain sulitnya akses keluar, banyak toko yang tutup akibat lumpuhnya sepanjang jalan pantura kaligawe.
“Kami butuh susu dan pempers buat bayi. Mau keluar sulit karena dikepung banjir, toko toko pada tutup. Selain itu, kami juga tidak bisa bekerja,” imbuhnya.
Sedikit berbeda dari banjir sebelumnya, meski lebih rendah, namun banjir kali ini justru meluas dengan ketinggian 30 sentimeter hingga 60 sentimeter. Warga bingung dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari karena tidak adanya dapur umum atau posko bencana pada banjir kali ini.
Data yang dirilis BPBD Kota Semarang, Kamis (25) siang, menyebut, genangan di masing-masing titik berbeda-beda. Tertinggi di Jalan Kaligawe bawah terowongon jalan tol yang mencapa 90 cm. Kemudian di depan Kampus Unissula Jalan Kaligawe mencapai 60 cm, dan di Jalan Padi Raya peruma Genuk Indah mencapai 50 cm.
Sementara itu, di Kampung Karang Kimpul RT 03 RW 0I Kelurahan Tambakrejo dan Jalan Kaligawe tinggi banjir mencapai35 cm, lalu Jalan Dr Cipto depan RS Panti Wilasa mencapai 30 cm dan di depan Polsek Semarang Utara kawasan Kota Lama mencapai 30 cm. Selanjutnya, di peron ruang tunggu halaman Stasiun Tawang tergenang sekitar 20 cm serta di Jalan Rusunawa dan pasar Warung ketinggian air mencapai 30 hingga 40 cm. (cr2/gih)










