Utamakan Inovasi Atasi Kendala PJJ

  • Bagikan
siswa SD N 4 Kebondalem
SEMANGAT BELAJAR: Sejumlah siswa SD N 4 Kebondalem mengikuti menerima materi di sekolah secara terbatas. (HUMAS / JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Berbagai kendala terjadi pada pendidikan jarak jauh (PJJ) menjadikan setiap satuan pendidikan harus bisa berinisiatif untuk meminimalisir hal tersebut. Hal ini dapat memudahkan siswa yang kesulitan mengakses materi pembelajaran dari sekolah.

Kepala SD Negeri 4 Kebondalem Mugiasih mengatakan, awalnya selama masa pandemi memang pemberlakuan PJJ diterapkan bagi seluruh siswa, namun berbagai macam kendala mulai bermunculan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, akhirnya pendidikan luar jaringan (luring) diterapkan, sehingga siswa yang tidak mempunyai ponsel pintar atau paket data bisa mengambil tugas ke sekolah dengan dibarengi orang tua.

“Tidak punya ponsel pintar, paket data dan ketidakpahaman siswa dalam PJJ menjadi masalah yang kemudian muncul,” katanya.

Meski hal itu telah dilaksanakan, pihaknya masih menemui kendala, ada beberapa anak yang tidak paham terkait materi yang disampaikan guru saat PJJ. Sehingga sekolah pun memfasilitasi siswa dengan pertemuan terbatas.

Baca juga:  Kesulitan Ikuti PJJ, Siswa Disewakan Kos

“Guru mengamati perkembangan siswa, kemudian kita buka konsultasi buat siswa yang bermasalah terutama dalam segi belajar, sehingga bagi anak yang kesulitan bisa datang ke sekolah,” lanjutnya.

Pada proses PJJ, guru selalu memantau perkembangan anak didiknya, sehingga keaktifannya baik dari segi pembelajaran maupun tugas menjadi hal yang harus di pantau oleh guru. Menurutnya, bagaimanapun kondisi dan situasinya, meskipun repot, proses pembelajaran bagaimanapun harus tetap berjalan.

“Guru sekarang harus bisa mencontohkan, bukan hanya berbicara, terutama dalam pendidikan karakter,” tegasnya.(cr1/akh)

  • Bagikan