Inovasi PJJ Antisipasi Kebosanan Siswa

Oktaviani Hapsari, Guru SD Negeri 2 Kebondalem
Oktaviani Hapsari, Guru SD Negeri 2 Kebondalem. (AFIFUDIN / JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Pandemi Covid-19 memaksa tenaga pendidik untuk melakukan inovasi agar metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) tetap terlaksana dengan lancar dan tidak membosankan. Membuat video edukasi dengan konsep yang baru bisa menjadi sarana untuk mengantisipasi kebosanan para siswa.

Oktaviani Hapsari, guru SD Negeri 2 Kebondalem telah membuat video pembelajaran yang diberikan kepada murid-muridnya guna mengatasi kebosanan. Video yang dibuatnya berisikan mata pelajaran yang mempermudah siswa untuk memahami materi tersebut.

“Video pembelajaran ini yang jelas berisi materi pembelajaran, tapi dikemas dengan semenarik mungkin agar siswa tidak bosan,” katanya.

Ia menyadari betul bagaimana rasanya melakukan PJJ, selain bosan tentunya anak juga terkadang malas karena tidak bisa bertemu dengan teman sekelasnya, apalagi anak SD. Bukan hanya siswa sebenarnya, guru pun lebih suka pembelajaran langsung. Guru yang mengajar di kelas empat ini biasanya mengkomparasikan antara video pembelajaran dengan video di kanal Youyube sebagai bahan untuk diedit kembali.

“Biasanya ambil di Youtube, kadang di gabung dengan materi lain biar menarik, agar mudah dilihat dan dipahami siswa,” lanjutnya.

Ia melakukan semua ini bukan tanpa alasan, selain masalah kewajiban, peserta didik juga merupakan tanggungjawabnya sebagai guru untuk melakukan pembelajaran terhadap peserta didik. Dirinya pun juga menyadari betul, siswa memang butuh pembelajaran yang baik buat keberlangsungan pendidikan di masa depan.

Namun demikian, karena masih tergolong baru ia mengajar di SD Negeri 2 Kebondalem. Hal ini menjadikannya sempat merasa kesulitan dalam memahami karakter, potensi serta perkembangan dari siswa-siswi yang diampunya dengan PJJ.

“Setiap diberikan soal banyak dibantu, baik orang tua, guru les dan lain-lain, sehingga tidak bisa melihat potensi siswa yang sebenarnya,” tuturnya.(cr1/akh)