Kudus  

Tiadakan Tradisi Syawalan, Objek Wisata di Kudus Diperketat

Taman Krida Kudus
KUNJUNGI: Tampak pengunjung sedang mengunjungi Taman Krida Kudus untuk refreshing dikala liburan, Kamis (20/5). (SYAMSUL HADI / JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Tradisi perayaan yang sering digelar setiap Syawalan atau kerap dikatakan Kupatan di sejumlah desa di Kabupaten Kudus ditiadakan. Lantaran, dianggap dapat menimbulkan kerumunan masyarakat dan bisa menyebabkan kasus Covid-19 semakin naik.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus Mutrikah mengatakan, Satgas Covid-19 telah memantau beberapa desa yang kerap menyelenggarakan tradisi Kupatan. Seperti Bulusan yang berada di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, lalu di Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, dan Desa Colo, Kecamatan Dawe.

Baca juga:  6.705 ASN di Kudus, Disdikpora Memiliki Kebutuhan Terbanyak

“Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus meniadakan semua kegiatan Kupatan yang biasanya diselenggarakan di desa-desa itu. Karena dimungkinkan menimbulkan peningkatan kasus Covid-19 di Kota Kretek sendiri,” ucapnya.

Sementara itu, terkait objek wisata yang ada di Kabupaten Kudus pihaknya masih memperbolehkan untuk buka, baik yang dikelola oleh pemerintah maupun tidak. Namun, jika obyek wisata tersebut berada di zona orange dan merah tidak diizinkan buka.

“Tempat wisata masih diperbolehkan untuk buka, akan tetapi bagi yang berada di zona hijau dan kuning. Sebaliknya, yang berada di zona merah dan orange sementara harus tutup terlebih dahulu. Namun, sampai saat ini (kemarin, red) Alhamdulillah obyek wisata di Kabupaten Kudus banyak yang hijau, maka dari itu masih banyak yang buka,” tuturnya.

Baca juga:  Pencari Loker Pilah-pilih Sebabkan Pengangguran Bertambah

Pihaknya mengharapkan, ketika masyarakat berada di obyek wisata bisa menerapkan protokol kesehatan 5M secara maksimal. Begitu pula dari pihak pengelola bisa menerapkan protokol kesehatan dengan baik, serta pengawasan dilaksanakan ketat.

“Harapannya, bagaimanapun dalam kondisi pandemi seperti ini kita semua bisa sadar disiplin akan prokes, budaya ini harus bisa dijalankan. Agar tidak menyebabkan peningkatan kasus Covid-19, sehingga angka terpapar semakin menurun,” pungkasnya. (sam/fat)