PTM Terancam Batal, Pemkot Siapkan Skenario

Budi Santosa Asrori, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta
Budi Santosa Asrori, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta. (HUMAS / JOGLO JATENG)

KOTA, Joglojateng.com – Rencana pembelajaran tatap muka (PTM) yang akan digelar awal tahun ajaran 2021/2022 terancam dibatalkan, mengingat angka penularan Covid-19 meningkat. Maka dari itu, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta telah menyiapkan skenario agar sistem pembelajaran dapat berjalan normal.

Kepala Disdikpora Budi Santosa Asrori mengatakan, pihaknya merumuskan beberapa langkah yang akan dipakai agar proses belajar mengajar berjalan dengan baik. Diantaranya dengan mengubah sistem pembelajaran campuran antara daring dan luring yang telah direncanakan menjadi daring dengan modul yang baru.

“Kami meminta sekolah untuk menanyakan kepada siswa dan orang tua untuk menjaring aspirasi untuk mengetahui kebutuhan dari sekolah,” katanya, Kamis (1/6).

Budi juga menjelaskan, para wali kelas yang ada di setiap sekolah diminta untuk melakukan pendataan tentang kendala dan kebutuhan yang dialami tiap anak didiknya. Hal ini dilakukan guna mengetahui permasalahan yang dihadapi siswa saat melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan tidak terulang kembali pada tahun ajaran ini.

“Kami meminta wali kelas untuk mengumpulkan data tentang kendala siswa. Apakah mereka kesulitan mengakses internet, tidak punya perangkat, dan lain sebagainya. Siswa juga didata apakah pernah melakukan perjalanan luar kota atau daerah tempat tinggalnya ada yang terkena Covid-19 atau tidak,” jelasnya.

Dia menuturkan, pihaknya sedang mengembangkan sistem penilaian baru untuk mengukur tingkat pemahaman siswa. Menurutnya, ujian sekolah yang dikerjakan oleh siswa saat di rumah bisa saja dibantu oleh orang tua, saudara, bahkan lembaga bimbingan belajar.

“Kami sedang merumuskan sistem penilaian yang nantinya membuat siswa tidak tergantung dari bantuan,” jelasnya.
Budi juga menjelaskan, sejumlah sekolah di daerah tersebut sebelumnya telah siap untuk melaksanakan PTM karena telah melaksanakan uji coba. Menurutnya, jika suatu ketika PTM sudah dapat diselenggarakan, sekolah sudah siap untuk melaksanakannya.

“Uji coba bertujuan untuk mengetahui apa yang harus disipakan. Jadi, saya rasa pihak sekolah sudah mempersiapkan segalanya sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.(akh/zul)