PEMALANG, Joglo Jateng – Indeks pembangunan manusia (IPM) Kabupaten Pemalang menempati urutan ke-34 dengan nilai 66,32 di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) pada tahun 2020. Maka dari itu, pemerintah kabupaten (pemkab) setempat optimistis mampu meningkatkan IPM, terutama melalui sektor pendidikan.
Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo pihaknya sebagai pemangku pemerintah akan berusaha meningkatkan IPM. Hal ini memang menjadi salah satu program utama yang akan dikerjakannya.
“Kami disini akan berusaha meningkatkan IPM Pemalang di tahun depan dengan program unggulan yaitu Desa wisata (dewi), Desa Digital (dedi), Desa Sinergi (desi), dan Kota Industri (koin),” katanya Selasa (27/7).
Ia menuturkan peningkatan saat ini yang sedang dikejar adalah dalam pendidikan. Terutama pada masa studi. sekolah akan mencoba untuk ujian persamaan agar semua masyarakat bisa mendapatkan pendidikan yang setara.
“Lama pendidikan sekolah akan kita coba ujian persamaan, karena bukan lama di sekolah saja tapi seberapa banyak masyarakat yang mempunyai ijazah setara SD,SMP dan SMA,” tuturnya.
Sementara itu, Anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat Ajeng Triyani menuturkan, IPM Pemalang dari tahun 2019 tidak ada kenaikan. Maka dari itu pihaknya menginginkan agar bisa ditingkatkan dari peringkat ke 34 menjadi 20 se-Jawa Tengah, salah satunya peningkatan anggaran untuk pendidikan.
“Melihat IPM Kabupaten Pemalang dari 2019 lalu poinnya masih sama yaitu 60,32 untuk itu kami usulkan untuk nanti bisa menyentuh di peringkat 20 dengan 70 poin,” ungkapnya.(cr8/akh)










