SLEMAN, Joglo Jateng – Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mendorong warga yang positif terpapar Covid-19 dan menjalani isolasi mandiri untuk memanfaatkan selter-selter isolasi yang tersedia. Hal itu untuk meminimalisir terjadinya klaster keluarga dan kejadian fatal lainnya.
Kustini Sri Purnomo mengatakan, ada syarat khusus untuk warga yang memilih isoman. Diantaranya ada kamar yang terpisah, ada toilet yang terpisah, ada ruang terbuka dan beberapa syarat lainnya.
Menurut dia, jika rumah yang digunakan isoman tidak memenuhi syarat, maka demi mencegah klaster keluarga dan kebaikan bersama maka sangat disarankan untuk memanfaatkan selter terpadalu maupun selter-selter yang banyak terdapat di Sleman.
“Jika kondisi rumah tidak memenuhi syarat, diharapkan untuk bisa memanfaatkan selter-selter isolasi. Baik yang dikelola Pemkab Sleman maupun yang ada di tiap kelurahan, atau selter yang dikelola lembaga atau nonpemerintah,” ujarnya.
Dia mengatakan, dengan isolasi di selter maka pengawasan terhadap warga yang isoman dapat lebih maksimal karena terdapat petugas medis yang selalu memantau dan Satgas Covid-19 Kelurahan. “Nanun jika tetap memilih isoman di rumah maka kami imbau untuk selalu disiplin dan tetap mengacu pada protokol kesehatan Covid-19,” imbuhnya.
Menurutnya, jika warga yang menjalani isoman mengalami gejala yang memburuk dan tidak dapat ditangani di rumah, maka harus segara melapor ke fasilitas kesehatan atau puskesmas terdekat. “Hal ini untuk menghindari kejadial fatal, seperti warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 meninggal dunia saat isoman di rumah. Karena angka kasus pasien meninggal dunia saat isoman di Sleman cukup tinggi,” pungkasnya. (ara/zul)










