Terapkan Blended Learning pada Uji Coba PTM

SMP 1 Dawe
FOKUS: Beberapa siswa SMP 1 Dawe terlihat serius, saat mengikuti uji coba PTM, Selasa (31/8). (MUHAMMAD ABDUL MUTTHOLIB / JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Dawe menyelenggarakan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) dengan metode blended learning. Hal tersebut dilakukan, karena sekolahnya hanya mengadakan satu sesi pertemuan, setiap harinya. Dengan demikian waktu yang digunakan dapat lebih efektif.

Kepala SMP 1 Dawe Endang Siwi Ekoati mengatakan, sesuai instruksi dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, siswa yang mengikuti uji coba PTM sebanyak 50 persen. Supaya seluruh siswa dapat mengikuti, pihaknya membuat kode untuk penjadwalan.

“Jadi masing-masing kelas kami bagi menjadi dua, misalnya mulai dari absen 1-16 itu kode 1. Kemudian absen selanjutnya itu kode 2. Setiap harinya kode 1 dan 2 berangkat bergantian. Kode 1 berangkat setiap Senin, Rabu, dan Jumat. Sedangkan kode 2 setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu,” paparnya.

Seluruh materi akan tetap disampaikan melalui google classroom, pada setiap pertemuan. Sehingga, setiap kode yang tidak melakukan PTM, tetap harus mengikuti pembelajaran melalui daring.

“Pembelajaran secara tatap muka, intinya hanya sekedar memfasilitasi siswa yang sudah sangat ingin bertanya. Tentunya selain untuk diskusi, dan penjelasan lebih lanjut terkait materi. Pemberian materi, penugasan, dan lain sebagainya tetap melalui google classroom,” terangnya.

Berdasarkan aturan yang diberikan, maksimal pertemuan dibatasi maksimal 3 jam setiap harinya. Meski demikian, pihaknya tidak menggunakan batas maksimal yang telah ditentukan.

“Untuk uji coba PTM kali ini, kami hanya mengadakan 4 jam pelajaran (JP) saja. Setiap JP berdurasi 40 menit. Selain itu, kami juga menyediakan waktu bagi siswa untuk beristirahat, selama 10 menit setelah 2 JP. Tetapi bukan berarti digunakan untuk jajan di luar. Hanya untuk memakan bekal yang dibawa saja,” tegasnya.

Endang mengungkapkan, berdasarkan evaluasi uji coba PTM hari pertama, masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi. Mulai dari kelengkapan siswa saat datang ke sekolah, kerapian, serta tingkat keaktifan siswa.

“Siang kemarin (Senin 30/8, red) langsung kami evaluasi, dan masih harus ada pembenahan. Masih ada siswa yang tidak berseragam, kemudian menggunakan sandal jepit, dan lain sebagainya. Alhamdulillah pelaksanaan hari kedua ini sudah lebih baik. Walau masih tidak berseragam, tapi sudah tidak memakai sendal jepit,” pungkasnya. (cr10/fat)