SEMARANG, Joglo Jateng – Polisi berhasil meringkus dua dari tiga begal yang menjalankan aksinya di Jalan Pemuda, Kota Semarang, pada Minggu dini hari Senin (6/9/2021). Adapun satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran.
“Pelaku diringkus kurang dari 18 jam,” kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol.Irwan Anwar saat gelar perkara di Polrestabes Semarang, Senin (6/9/2021).
Ia menjelaskan, kedua pelaku, masing-masing Adhi Pratama (27) warga Kampung Petelan Utara, Semarang Timur dan Muhamat Haidar Muliyantono (22) warga Kampung Tlumpahan, Semarang Timur. Mereka diringkus setelah polisi menelusuri aksi pelaku melalui rekaman CCTV.
Selain kedua tersangka itu, polisi juga masih mengejar satu pelaku lain berinisial AS. Ia diduga menendang korban saat sedang mengendarai sepeda motor hingga terjatuh.
Irwan menjelaskan, peristiwa pembegalan itu bermula ketika dua korban, masing-masing Sayyid Bintang (20) dan Slamet Riyadi (19) sedang berkendara usai mencari makan pada Minggu sekitar pukul 03.40 WIB. Saat melintas di Jalan Pemuda Semarang, korban merasa diikuti oleh dua sepeda motor.
Tepat saat melintas di sekitar kantor Balai Kota Semarang, kendaraan yang dinaiki korban ditendang oleh pelaku. “Dari rekaman CCTV terlihat korban terjatuh, kemudian pelaku kembali menghampiri korban dan mengambil telepon selulernya,” katanya.
Korban Sayyid Bintang mengalami gegar otak hingga meninggal dunia. Sementara satu korban lainnya (Slamet Riyadi) mengalami luka parah sehingga harus dirawat intensif di IGD RSUP Dr. Kariadi Semarang.
Atas kejadian tersebut, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian.
Menanggapi penangkapan itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengucapkan terimakasih kepada pihak kepolisian dalam mengungkap kasus kejahatan di Kota Semarang.
Hendi sapaan akrab Wali Kota Semarang mengatakan, atas kejadian tersebut pihaknya akan menambah jumlah CCTV di wilayahnya. Menurutnya, penambahan CCTV ini bertujuan agar bisa bermanfaat dalam mengungkap kasus kejahatan di Kota Semarang.
Selain itu, Hendi menceritakan bahwa pada tahun lalu, Pemkot Semarang sudah rencana menganggarkan sebanyak 10.500 unit CCTV. Namun rencana tersebut ditunda lantaran pandemi Covid-19 yang sempat meningkat. Oleh karena itu, pihaknya pun akan merealisasikan pada tahun ini.
“Saya mengapresiasi kepada pihak Polrestabes Semarang atas mengungkap kasus tersebut. Dan ada kemungkinan tahun ini, kita anggarkan tambah monitor. Sehingga tahun depan ada tambahan 10.500 unit CCTV baru,” bebernya. (ara/cr11/gih)










