PEMALANG, Joglo Jateng – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap cuaca ekstrem. Hujan disertai angin kencang perlu diwaspadai bersama di bulan September-Oktober. Lantaran bencana sering terjadi di tengah cuaca ekstrem.
Kepala BPBD Pemalang Wahadi mengatakan, untuk meminimalisir terjadinya dampak dari hujan yang disertai angin kencang. Salah satunya adalah meningkatkan kewaspadaan serta menebang pohon tua yang berpotensi akan tumbang.
“Untuk pohon-pohon di pinggir jalan raya, itu kewenangan provinsi. Kami sudah mengusulkan ke Provinsi agar pohon yang sudah tua ditebang,” ungkapnya.
Ia melanjutkan, meskipun secara musim saat ini masuk pada musim kemarau. Namun sering kali tiba-tiba berubah menjadi mendung. Hal inilah yang bisa menjadi perhatian masyarakat agar tetap waspada.
Adanya insiden di Desa Asemdoyong Kecamatan Taman dan Desa Sugihwaras Kecamatan Comal pada Rabu (8/9). Menjadi salah satu contoh agar masyarakat lebih waspada.
“Kalau terjadi hujan angin kencang, masyarakat juga harus sigap mencari tempat perlindungan. Apalagi jika konstruksi rumahnya sudah tidak layak dan rawan ambruk, jangan berdiam di dalam rumah,” jelasnya.
Wahadi mengungkapkan, berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada bulan Oktober mendatang sudah memasuki musim penghujan. Dan biasanya saat awal-awal menjelang musim hujan, akan sering terjadi hujan turun disertai angin kencang.
Terakhir ia juga menegaskan, bahwa pihaknya selalu siap sedia membantu ketika terjadi bencana yang menimpa masyarakat. Karena itu adalah kewajibannya. “Kami dari BPBD selalu siap siaga 24 jam. Jika sewaktu-waktu terjadi bencana,” tegasnya. (cr1/all)










