LIVERPOOL, Joglo Jateng – Liverpool memenangi duel dua elit Eropa kontra AC Milan dengan skor 3-2 dalam laga pembuka Grup B Liga Champions di Stadion Anfield, Kamis (16/9). Liverpool sementara memuncaki klasemen Grup B. Dengan raihan tiga poin di atas Atletico Madrid dan Porto yang main imbang di laga lain. Sedangkan Milan jadi juru kunci tanpa poin.
Pertandingan ini merupakan pertemuan ketiga kedua tim di Eropa. Di mana terakhir kali terjadi di dua partai final Liga Champions yang dimenangi Liverpool pada 2005. Kemudian Milan membalas dua tahun berselang.
Sajian babak pertama memenuhi reputasi dua tim yang akrab lewat pertemuan di dua final Liga Champions itu. Tuan rumah menguasai nyaris 30 menit awal tapi Milan mampu menjawabnya lewat penampilan di menit-menit akhir.
Usai pertandingan, pelatih Liverpool Juergen Klopp menyebut penampilan Divock Origi saat adalah contoh nyata betapa mudahnya orang-orang melupakan sesuatu dalam dunia sepak bola. Origi turun sejak sepak mula dan menandai penampilannya dengan sebuah assist manis untuk gol kedua Liverpool yang dicetak Mohamed Salah.
“Soal Divock Origi, orang-orang mudah lupa dalam hidup dan sepak bola. Dia penyerang luar biasa dan malam ini tampil sangat baik, terlebih untuk seorang pemain yang sudah lama tak bermain sejak sepak mula,” kata Klopp selepas laga dikutip dari laman resmi Liverpool.
Klopp melanjutkan, Origi memperlihatkan bahwa persaingan di dalam skuat Liverpool begitu ketat. Sehingga penyerang yang identik dengan dua golnya kontra Barcelona di semifinal Liga Champions 2018/19 itu bahkan kesulitan mendapatkan tempat.
Klopp juga mengaku ia mengira Origi akan memilih pergi dari Liverpool pada bursa transfer musim panas lalu. Demi memenuhi menit bermain lebih. Tetapi pada akhirnya pemain yang naik daun dalam Piala Dunia 2014 itu memutuskan bertahan dan berjuang memperebutkan tempat utama.
“Sejujurnya, saya pikir dia mungkin pergi musim panas lalu. Tetapi dunia sepak bola itu tempat yang gila dan orang-orang rupanya lupa sehebat apa Origi. Sekali lagi saya bilang, merebut tempat utama di tim ini adalah hal sulit. Demikian adanya dan saya harus terus mengambil keputusan di beberapa posisi,” katanya.
Sementara itu, pemain AC Milan Brahim Diaz meyakini penampilan timnya kontra Liverpool membuktikan timnya mampu bersaing di level Liga Champions. Pertandingan itu menandai kali pertama Milan kembali tampil di fase grup Liga Champions. Setelah tujuh tahun absen dan Rossoneri memperlihatkan perlawanan gigih kendati akhirnya kalah 2-3.
“Kami tidak memulai dengan baik, tetapi terus berkembang seiring laga berjalan dan akhirnya bisa memperlihatkan kemampuan kami,” kata Diaz selepas laga dikutip dari laman resmi UEFA.
Kendati kalah, Diaz menilai apa yang diperlihatkan ia dan rekan-rekannya cukup membuktikan bahwa mereka mampu bersaing di kasta tertinggi Eropa. “Saya pikir kami adalah tim hebat dan mampu bersaing di level ini, maka dari itu ini adalah hasil yang mengecewakan,” ujar Diaz menyudahi. (ara/fat)










