Dirikan Dapur Umum, Bantu Siswa Jalani Isolasi

DIRIKAN: Polres Purbalingga mendirikan dapur umum yang diperuntukkan bagi para siswa yang menjalani isolasi terpusat. (ANTARA/JOGLO JATENG)

PURBALINGGA, Joglo Jateng – Kepolisian Resor (Polres) Purbalingga mendirikan dapur umum bagi siswa SMPN 3 dan SMPN 4 Mrebet yang tengah menjalani isolasi terpusat. Sebelumnya, sejumlah siswa dilaporkan positif Covid-19 setelah menjalani tes swab antigen massal oleh tim dari puskesmas setempat.

Kabag Sumda Polres Purbalingga, Kompol Supriyanto mengungkapkan, pendirian dapur umum ditujukan untuk membantu dan mendukung pemenuhan kebutuhan makanan bagi para siswa. Sehingga mereka tetap semangat menjalani isolasi dan cepat pulih.

“Dapur umum didirikan di halaman Polsek Mrebet. Untuk dapur umum hari ini (Rabu (22/9), red.) personel dari Satsamapta melakukan kegiatan mulai menyiapkan peralatan, berbelanja bahan makanan, memasak dan menyiapkan makanan untuk selanjutnya dibagikan. Total ada sekitar 200-250 paket makanan yang disiapkan untuk didistribusikan,” ucapnya, Rabu (22/9).

Ia menyebut, pihaknya juga bersinergi dengan sejumlah organisasi masyarakat dalam pendistribusian makanan. Sebab, pendistribusian makanan dari dapur umum hingga ke lokasi isolasi dinilai perlu diperhatikan.

“Tentunya sambil melihat perkembangan situasi dan kondisi. Harapannya semoga para siswa bisa segera sehat dan dinyatakan negatif Covid-19,” ujarnya.

Seperti diwartakan sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, Hanung Wikantono menginformasikan, ada penambahan jumlah siswa yang terpapar Covid-19. Sebanyak 61 siswa SMPN 3 Mrebet dilaporkan positif Covid-19 setelah melakukan tes antigen.

“Jika sebelumnya ada 90 siswa SMPN 4 Mrebet yang menjalani isolasi karena hasil tes cepat antigen mereka menunjukkan positif, kini 61 siswa lainnya dari SMPN 3 Mrebet juga menunjukkan hasil positif,” terangnya.

Saat ini, Tim Satgas Covid-19 Purbalingga sedang melakukan respons cepat untuk menangani kejadian tersebut. Mulai dari menyediakan isolasi terpusat hingga melakukan penyemprotan disinfektan di gedung sekolah.

“Kita juga melakukan koordinasi lintas sektor, menyiapkan tes PCR hingga menyiapkan langkah pelacakan jika hasil tes PCR terkonfirmasi positif,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Hanung mengatakan, sebagian besar siswa dengan hasil tes antigen positif tersebut dalam kondisi yang baik dan tanpa gejala. (ara/ern)