Realisasi Retribusi Objek Wisata di Kabupaten Kulon Progo hanya Rp700 Juta

RETRIBUSI: Objek wisata Pantai Glagah di Kabupaten Kulon Progo menjadi salah satu pendapatan daerah dari sektor pariwisata. (ANTARA/JOGLO JATENG )

KULON PROGO, Joglo Jateng – Realisasi retribusi objek wisata di Kabupaten Kulon Progo hingga saat ini, baru mencapai Rp 700 juta. Tahun ini pendapatan daerah dari sektor ini ditarget Rp 2,5 miliar.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Joko Mursito berharap ada peningkatan sejak dibukanya uji coba destinasi itu. Sehingga bisa meningkatkan pendapatan retribusi objek wisata sesuai yang ditargetkan sebesar Rp 2,5 miliar

Ia mengatakan target pendapatan retribusi tersebut disumbang dari delapan objek wisata yang dikelola oleh pemkab setempat melalui Dinspar. Yang meliputi Pantai Glagah, Pantai Trisik, dan Pantai Congot. Disusul Waduk Sermo, Kebun Teh Nglinggo, Kebun Teh Tritis, Puncak Suroloyo, dan Gua Kiskendo.

Pihaknya mengungkapkan, target pendapatan retribusi pada 2021 ini sudah turun dari 2020 yang sebelumnya sebesar Rp 5 miliar. Kondisi pandemi ini, Dispar tidak berani menargetkan pendapatan retribusi yang tinggi.

“Kami mengutamakan keselamatan bersama. Juga mencegah adanya klaster penyebaran covid dari sektor pariwisata. Selain itu, adanya kebijakan PPKM, akan berdampak terhadap realisasi pendapatan,” terangnya, Minggu (24/10).

Sementara itu, Koordinator TPR Pantai Glagah Agus Subiyanto menyampaikan, total kunjungan wisatawan pada hari pertama uji coba pembukaan objek wisata sekitar 1.500 pengunjung. Dari total kapasitas 5.000 pengunjung, khususnya di Pantai Glagah.

Agus mengakui petugas sempat menolak beberapa pengunjung. Karena jumlah pengunjungnya sudah melebihi kapasitas. Kebijakan ini sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah yakni 25 persen dari total kapasitas.

“Saat sudah penuh, kami meminta wisatawan untuk putar balik. Setelah mulai berkurang, kami baru mengizinkan wisatawan kembali masuk,” ujarnya.

Selain itu, Anggota DPRD Komisi IV Tukijan mendorong percepatan pembenahan objek wisata Pantai Glagah. Selama ini, destinasi itu belum dikelola secara potensial. Di sisi lain, Pemkab setempat sangat mengandalkan kawasan ini sebagai sumber PAD dari sektor pariwisata.

“Dispar harus membuat gebrakan pengelolaan dan pengembangan Pantai Glagah. Kawasan ini berada di tempat strategis, yakni berdekatan dengan Bandara Internasional Yogyakarta. Wisatawan datang pertama kali di Pantai Glagah. Sehingga pantai ini harus menjadi ikon wisata Kulon Progo,” jelasnya. (ara/fat)