Batang  

Pertumbuhan Penduduk Tinggi, Pemerintah Kabupaten Batang Perlu Siapkan Rumah untuk Masyarakat

Kartoyo, Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Kabupaten Batang. (SOFIA/JOGLO JATENG)

BATANG, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten Batang akan menyiapkan rumah susun (rusun) untuk tempat tinggal masyarakat Kabupaten Batang. Hal tersebut lantaran pertumbuhan jumlah penduduk Kabupaten Batang terus mengalami peningkatan.

Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Kabupaten Batang Kartoyo menjelaskan, bahwa pertumbuhan penduduk Kabupaten Batang cukup tinggi. Sepanjang satu semester (Januari-Juli) pertambahan penduduk di Batang mencapai 8.000 penduduk.

“Kita laporan ke pusat kan setiap satu semester (6 bulan) sekali. Semester 2 tahun 2020 itu jumlah penduduk di Batang 799.495. Tahun ini Juli 2021 kita laporan sudah 807.593 penduduk,” jelasnya.

Ia menyebutkan, pertumbuhan penduduk paling banyak disebabkan oleh kelahiran. Namun tidak memungkiri, pendatang baru di Kabupaten Batang juga cukup besar. Karena adanya Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Hal ini diprediksi akan semakin meningkat setiap tahunnya.

“Bulan Agustus ke September saja ada 481 pendatang baru,” terangnya.

Menanggapi hal tersebut, Seksi Pembinaan dan Pengendalian Perumahan, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Batang Sri Purwandari menjelaskan, akan mengajukan pembangunan rumah susun (rusun) untuk tempat tinggal masyarakat dan karyawan KITB.

“Kita akan mengajukan rusun dan nanti akan membuat regulasi untuk rusun,” jelasnya.

Ia menjelaskan, khusus untuk KITB, pihaknya akan membuat rusun dengan kapasitas 10 tower. Selain itu akan dibentuk pula UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) yang akan melaksanakan tugas operasional di rusun serta Peraturaan Daerah (Perda) tentang rusun.

“10 tower untuk KITB, untuk menampung karyawan. Termasuk kita bentuk UPTD dan Perda-nya,” ungkapnya.

Selain untuk KITB, pihaknya juga akan mengajukan pembangunan rusun untuk pesantren, siswa SMK/SMA, dan pegawai. Akan tetapi hal tersebut masih dikaji dengan melihat kebutuhan masyarakat. “Melihat kebutuhan, kalo PNS nya gak minat ke rusun bisa kita limpahkan ke umum,” paparnya.

Ia menambahkan, selain rusun, alternatif tempat tinggal yang disediakan adalah dengan memanfaatkan rumah subsidi dari pemerintah pusat untuk MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah). Kebanyakan pengembang perumahan di Batang adalah pengembang rumah subsidi.

“Rumah subsidi kan untuk MBR ya, kalo itu saja belum mampu berarti ke rusun. Itu alternatif-alternatif yang ditempuh untuk menyediakan tempat tinggal,” tegasnya. (cr1/all)