PATI, Joglo Jateng – Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati Wisnu Wijayanto menilai kinerja pemerintah dalam menurunkan angka stunting tahun ini menunjukkan perkembangan maju. Ia menilai angka kasus atau penyakit yang mengakibatkan sulit berkembangnya anak sudah menurun.
Wisnu mengapresiasi langkah Dinas Kesehatan Kabupaten Pati yang telah bekerja dengan baik dalam melibatkan semua pihak. Namun pihaknya menggaris bawahi data stunting yang dicapai benar-benar valid. Sebab banyak dijumpai di beberapa tempat alat ukur stunting belum sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
“Kedepannya dewan akan mencoba menyamakan alat ukur pendataannya. Karena ada perbedaan di beberapa puskesmas. Persoalan data ini, pada alat ukurnya atau ada hal yang lain. Akan kami pastikan kembali ini,” ungkap Wisnu beberapa waktu lalu.
Kedepannya, pihaknya akan mencoba dan menggali terkait alat ukur ini. Kata dia, hanya ada dua puskemas saja yang terbaik soal validasi ini. Maka, perlu diadakan kepastian kembali tentang alat ukur stunting ini.
“Jika alat ukurnya sudah sama, validitas datanya bisa dipertanggungjawabkan. Maka harus ada persamaan alat ukur. Laporan beberapa waktu lalu dari dari 29 puskesmas hanya ada 2 Puskesmas yang datanya sesuai,” tandasnya. (ahw/fat)










