KOTA, Joglo Jogja – Festival Inovasi digelar kembali pada tahun ini, setelah ditiadakan pada tahun lalu. Festival ini diikuti oleh pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum. Serta organisasi perangkat daerah di lingkungan pemkot. Tujuannya agar menumbuhkan semangat inovasi dan kreativitas dalam menemukan solusi atas berbagai permasalahan.
“Melalui penyelenggaraan Festival Inovasi ini, kami ingin mendorong masyarakat untuk semakin kreatif dalam menemukan berbagai terobosan maupun solusi atas berbagai permasalahan,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta Agus Tri Haryono, beberapa hari yang lalu.
Salah satu rangkaian dalam festival ini adalah lomba inovasi dan penelitian. Jumlah karya inovasi yang masuk dalam lomba cukup banyak. Yaitu 112 karya dari pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum, dan terpilih 24 karya terbaik. Sedangkan dari OPD sebanyak 92 inovasi dari 41 OPD yang ada di lingkungan pemkot.
“Inovasi yang masuk pun cukup beragam dan semuanya menarik. Bahkan bisa terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan praktis sehari-hari,” ungkapnya.
Salah satu yang menarik adalah aplikasi bahasa isyarat. Inovasi ini diciptakan oleh peserta kategori mahasiswa, yaitu dari Universitas Ahmad Dahlan. “Aplikasi ini sangat penting karena bisa mendukung peningkatan kualitas layanan ke publik,” katanya.
Untuk OPD, sejumlah inovasi yang meraih predikat terbaik adalah Ratu dari Bagian Hukum, dengan layanan konsultasi hukum secara daring dan Sistem Informasi Registrasi Online Kendaraan Bermotor (Si Regol) dari Dinas Perhubungan. Serta inovasi Jesica Maron dan Mantri Sarilaya dengan layanan informasi kecamatan dan layanan pemakaman di Kecamatan Mantrijeron.
Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, inovasi yang lahir sepanjang 2021 sebagian besar ditujukan untuk menjawab berbagai kendala masyarakat. Terutama permasalahan yang dihadapi di masa pandemi Covid-19.
“Artinya, masyarakat berusaha beradaptasi dalam kondisi pandemi. Sehingga aktivitas, mobilitas dan interaksi sosial bisa tetap terbangun dengan baik, dengan tetap menjaga protokol kesehatan,” tuturnya.
Ia menambahkan, ragam inovasi yang muncul juga semakin menguatkan Yogyakarta sebagai kota yang kreatif. Yaitu dengan beragam ide dan gagasan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang muncul.(ara/bid)










