TEMANGGUNG, Joglo Jateng – Kabupaten Temanggung dan Wonosobo menjadi salah satu percontohan pengembangan food estate hortikultura. Daerah ini dipilih karena memiliki lahan sistem food estate terbaik di Indonesia
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan, food estate dapat membantu para petani meningkatkan kehidupannya. Bahkan, aktivitas yang mereka lakukan bisa lebih pasti.
“Pengembangan food estate ini tidak hanya untuk Temanggung dan Wonosobo, tetapi akan menjadi model di Indonesia,” katanya usai meninjau lahan sistem food estate di Kecamatan Bansari, Kamis (18/11).
Sistem ini tidak hanya dikembangkan untuk memproduksi tanaman bagi kepentingan nasional. Melainkan sangat dimungkinkan akan menembus pasar ekspor.
“Kita terobos Amerika, India. Jangan kita terus terterobos, beli bawang dari luar lebih murah akhirnya kita punya bawang sendiri tidak diambil,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan), Prihasto Setyanto menyampaikan, ada sejumlah off taker atau integrator dalam food estate ini. Yakni PT Semangat Bersama Entrepreneurship, PT Calbee Wings Food, CV Sido Makmur Jaya, dan CV Rejeki Terus Lancar.
Sistem food estate di Temanggung memiliki luas 339 hektare yang tersebar di lima kecamatan. Yakni Bansari, Kledung, Ngadirejo, Parakan, dan Bulu. Tanaman hortikultura yang ditanam meliputi cabai, kentang, bawang merah, dan bawang putih.
Berdasarkan analisis, produksi setelah menggunakan sistem food estate mengalami peningkatan yang signifikan. Keuntungan per hektare untuk bawang merah sekitar Rp 23 juta, bawang putih Rp 40 juta, cabai Rp 55 juta, dan kentang konsumsi Rp 187 juta.
“Dengan food estate ada peningkatan produksi dan kenaikan keuntungan karena efisiensi biaya tenaga kerja sampai 40 persen,” tandasnya. (ara/ern)










