Dongkrak Pengunjung, Perpusda Pemalang Buka Setiap Hari

Perpusda Pemalang
SERIUS: Mahasiswa sedang mengerjakan tugas kuliah di Perpusda Pemalang, Rabu (1/12). (AFIFUDIN / JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Guna mendongkrak angka pengunjung, perpustakaan daerah (Perpusda) Pemalang kini buka setiap hari, perbulan Desember. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan capaian kinerja sesuai izin dari bupati.

Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Pemalang, Nur Rokhman mengatakan, ada beberapa indeks yang telah ditetapkan oleh pemerintah kabupaten (Pemkab). Oleh sebab itu, capaian kinerja menjadi tanggungjawab yang harus diselesaikan.

“Capaian indeks itu meliputi beberapa aspek. Seperti indeks nilai budaya baca, pembangunan literasi masyarakat, nilai kegemaran, serta prosentase perpus sesuai standar. Makannya kita tetap buka meskipun ada pembatasan,” ungkapnya, Rabu (1/12).

Lebih jauh, jika sebelumnya Perpusda buka hanya di hari senin sampai Jumat. Sejak bulan Desember ini, Perpusda buka setiap hari. Pembukaan tersebut sesuai izin yang diberikan bupati dengan protokol kesehatan yang ketat.

Selain buka setiap hari, ia mengungkapkan, bahwa perpustakaan keliling juga masih aktif. Kendati demikian, dalam masa pandemi semacam ini, perpustakaan keliling dinilai kurang diminati.

“Lokasi khusus perpustakaan keliling di sekolah dan desa-desa, itupun kalau diterima. Karena dalam situasi pandemi Covid-19 ini, perpustakaan keliling hanya berdurasi 15 menit,” jelasnya.

Dibukanya Perpusda setiap hari menurutnya, sebagai upaya untuk tetap menjaga dan meningkatkan minat baca. Meskipun buka dengan pembatasan, namun menurutnya hal tersebut dinilai efektif.

Apalagi dengan melihat masih ada beberapa sekolah maupun perguruan tinggi yang masih menggunakan pendidikan jarak jauh. Tentunya Perpusda bisa dijadikan tempat yang nyaman buat mencari referensi tugas.

“Di masa pandemi ini banyak mahasiswa yang mengerjakan tugas atau skripsi di sini (Perpusda). Beberapa pelajar juga masih kerap mengunjungi perpustakaan,” pungkasnya. (fif/all)